Microsoft Bloggership

MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: Membantu Indonesia dengan Internet

  

 

Pernah ada seorang teman yang mencibir saat saya mengusulkan agar tulisan-tulisan politiknya dimasukkan di internet seperti Twitter atau blog. Dia tidak setuju karena lebih baik mengirimkannya ke surat kabar walau hanya ke surat kabar yang terkenal mesum itu, harus menunggu lama, atau bahkan menerima kenyataan tulisannya tak pernah dimuat. Dia lebih memilih begitu. Karena baginya, internet adalah dunia maya, banyak tipuan, tidak bertanggung jawab, dan tidak bisa membantu rakyat. “Kamu membuang-buang waktumu untuk sesuatu yang tidak bertanggung jawab dan berguna untuk rakyat, Mit.” Dia salah. Saya yakin internet justru kebalikan dari dugaannya. Bagi saya, internet adalah tempat untuk membangun nama baik dan akhirnya dapat membantu kita menciptakan suatu aksi positif. Dalam dunia internet, mereka yang tidak bertanggung jawab akan tereliminasi dengan sendirinya dan mereka yang sudah terpercaya akan mudah mendapatkan dukungan. Namun saya tidak punya bukti kuat dalam berargumen dengannya. Saat itu saya belum pernah menggunakan internet hingga selevel itu. Tapi Tuhan memang baik. Sayapun dibantu-Nya untuk membuktikan bahwa teman saya itu salah. :D 

Mimpi saya adalah membantu Indonesia, maka saya ingin membuktikan bahwa internet mampu memfasilitasinya. Di Bulan Agustus lalu, saya dan geng (Muthia, Ajeng, Adel, Depoy, dan Nadda) berniat mengunjungi Panti Asuhan Sayap Ibu Khusus Anak Cacat di Jogja. Kami ingin membelikan kebutuhan mereka dan membawakannya kesana. Dari sini munculah ide, kenapa tidak kami menggalang dana dari Twitter dan blog? Teman-teman saya setuju dan kami mulai mengumpulkan sumbangan dari Twitter kami. Sungguh mengagetkan, hanya dalam waktu 4 jam, sumbangan yang terkumpul sebesar 3 juta rupiah! Kepercayaan dari para followers tentu tidak boleh diremehkan. Lalu muncul lagi ide, kita harus bertanggung jawab dengan melaporkan seluruh proses kegiatan menyumbang panti ini di Twitter. Maka seluruh proses kegiatan kami itu saya postingkan di Twitter dengan hashtag #SumbangPanti. Mulai dari mengambil transferan sumbangan di ATM, total sumbangan, kegiatan belanja, total belanja, hingga penyerahan sumbangan ke pengurus panti, semua saya laporkan dengan foto yang di-upload di Twitter. Ternyata followers kami sangat menyukainya. Tanggung jawab yang kami berikan membuat mereka semakin mempercayai kami. Bahkan ada salah satu pengacara ternama Indonesia men-DM saya, “jika ada aksi serupa, mohon saya dihubungi,” selanjutnya beliau selalu memberi sumbangan 3-6 juta. Semangat dan dukungan dari followers ini membuat kami terdorong membuat aksi serupa ke panti asuhan lain, yaitu Panti Asuhan Gotong Royong Jogja. Hanya dalam waktu 2 hari, melalui Twitter kami dapat mengumpulkan sumbangan sebanyak 6 juta rupiah. Tentu kami tidak lupa untuk tetap melaporkan seluruh proses kegiatan sumbang panti ini di Twitter kami masing-masing. 

2 pengalaman sebelumnya membuat kami lebih mudah dalam menggalang dana untuk para korban bencana Merapi. Kali ini kegiatannya kami sebut #PeduliMerapi. Dengan dibantu teman-teman lain, celeb Twitter, dan akun Twitter khusus bencana Merapi, kami berhasil saling bertukar info bantuan untuk pengungsi. Dari penyebaran info yang begitu cepat dan luas ini, membuat kami berhasil menggalang dana yang cukup besar. Dalam waktu kurang dari 1 bulan, sumbangan untuk korban Merapi yang dipercayakan kepada kami terkumpul lebih dari 90 juta rupiah! Uang yang tidak sedikit untuk dipercayakan kepada remaja seusia kami. Tapi mereka percaya dan justru terus mendukung kami. 

Sangat luar biasa merasakan kepedulian rakyat Indonesia saat itu. Sampai-sampai saat diwawancara secara live oleh sebuah radio ibukota dan disambungkan dengan seorang pemerintah bagian bencana, saya menangis. Saya menangis karena tidak kuat menahan haru dan bangga bahwa rakyat Indonesia, dengan internetnya, dapat menyumbangkan informasi dan kebutuhan hidup korban bencana jauh lebih cepat dari pemerintah. :’) 

 

Namun ternyata kepedulian rakyat Indonesia tidak hanya sebatas untuk para korban bencana dan kemiskinan saja, tetapi juga untuk kasus-kasus sosial lainnya. Terbukti dengan besarnya kepedulian mereka mengikuti gerakan yang saya adakan tanggal 8 Desember lalu, untuk mengenang tokoh HAM Indonesia, Munir. Awalnya saya berencana mengadakan lelang kaos Munir di akun Twitter saya saja. Tetapi ternyata rencana gerakan saya ini mendapat dukungan yang sangat kuat dari berbagai tokoh Indonesia. Mulai dari wartawan, sutradara, penyanyi, hingga anggota DPR. Semua saya temui dari Twitter. Salah satunya seorang sutradara Angga Sasongko. Berkat Mas Angga, info ini sampai ke Glenn Fredly. Keduanya mendorong saya untuk membuat acara ini menjadi acara yang bisa dihadiri oleh masyarakat. Karena dorongan mereka, saya menjadi sangat bersemangat dan menyanggupinya. 

Saya membuat acara ini tanpa team. Untung internet membantu saya mendapatkan dukungan. Mulai dari penyebaran info di internet dan media massa, design kaos Mengenang Munir, bintang tamu (Glenn Frendly, Pandji Pragiwaksono, Efek Rumah Kaca, dan Positive Energy), sound system, hingga venue dan sumbangan 10% keuntungan dari Es Teler 77, saya dapatkan dengan sangat mudah dan semua gratis! Sekali lagi, semua bantuan dan dukungan saya dapatkan hanya dari internet. 

Acara malam itu sukses dengan terjualnya seluruh 45 kaos Munir melalui lelang tertinggi 5 juta dan terendah 250 ribu. Padahal tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi justru mampu mengumpulkan dana kampanye Munir lebih dari 30 juta dalam semalam! Banyak yang memuji saya karena keberhasilan ini. Seperti saat di tengah keramaian tamu acara malam itu, istri Munir, Suciwati, memeluk saya dan berkata, “kamu hebat sekali melakukan ini semua sendirian!” Sayapun menggeleng-geleng dan berkata padanya, “bukan saya yang hebat Mbak, tapi rakyat Indonesia dengan internetnya.” Mbak Suci hanya tertawa dan tambah memeluk saya. ;) 

Itulah internet, mampu mewujudkan mimpi saya untuk membantu Indonesia. Mengingat teman saya yang meremehkan kemampuan internet itu sudah tidak penting lagi. Yang lebih penting, apa lagi ya yang bisa saya lakukan untuk Indonesia? Membuat aksi melindungi TKW? Membuat rumah peduli hewan terlantar? Menciptakan perpustakaan di desa? Atau kampanye internet murah dan cepat? Banyak sekali dan semua pasti dapat diwujudkan dengan internet. Tetapi saya tidak mungkin bisa melakukannya sendirian. Ada yang ingin membantu? Sini saya gandeng. :)