Tips Menahan Rasa Sakit

Waktu saya SD kelas 5, masih doyan main kejar-kejaran sama temen-temen sekelas. Suatu ketika saya jatuh dan kaki saya babak belur, lukanya besar dan sangat perih. Setiap hari mama selalu meneteskan obat anti infeksi ke luka saya itu. Wah rasanya pengen nangis saking sakitnya. Lalu saya berfikir, mungkin saya kesakitan karena otak saya hanya fokus pada rasa sakit pada luka itu. Lalu saya berusaha memikirkan pipi saya, jemari tangan saya, lidah saya, jempol kaki saya, hingga mata saya. Dan memang benar, saya tidak merasakan sakit lagi, dan bahkan... Saya jadi suka rasa perih. :|

Lalu sekarang, setelah saya lebih dewasa, luka tidak lagi secara fisik namun juga pikiran dan hati. Tentu saya punya beberapa masalah hidup yang membuat saya tidak bisa tidur. Tapi saya teringat pelajaran untuk bertahan dari rasa sakit saat saya masih kecil dulu itu, saya tidak boleh terlalu fokus pada rasa sakit. Maka saya berusaha mengingat hidup saya, bahwa saya punya rencana hang out sama sahabat-sahabat saya, saya punya tugas bikin essay, saya punya janji membuatkan power point untuk bos saya, saya harus mengantarkan ibu saya ke supermarket, hingga memikirkan betapa lucunya kucing dan anjing saya di rumah. Ternyata beberapa masalah yang sedang saya risaukan dan sedihi menjadi tak begitu sakit setelah mengingat hidup saya secara lebih luas lagi.

Maka dari itu saya sadar dan ingin membagikannya kepada teman-teman disini, bahwa memiliki masalah itu memang tidak bisa dianggap enteng, tetap harus dipikirkan dan diselesaikan, hanya saja jangan terlalu fokus dalam merasakan sakitnya. Coba melihat hidup anda in bigger picture, bahwa anda memiliki sesuatu yang lain sehingga masalah anda itu tidak begitu besar untuk disesali dan dimurungi. :)