Benarkah Tindakan Nyata Lebih Baik Dari Kritik?

Perlukah kita mengkritik pemerintah? TENTU.

Pekerjaan pemerintah itu berdampak besar bagi kehidupan saya, anda, teman kita, orang tua kita, anak-cucu kita, rakyat Indonesia. Maka tindakan dan kebijakkan pemerintah perlu diawasi dan dikritik jika salah, agar tidak merugikan rakyat Indonesia.

Namun banyak yang bertanya pada saya, "Apa yang sudah kamu lakukan untuk Indonesia? Bisanya mengkritik terus! Apa gunanya jika hanya mengkritisi tanpa perbuatan nyata?"

Menyedihkan. Kritik masih dianggap selevel di bawah tindakan nyata. Padahal dari kritiklah awal mula  tindakan nyata itu muncul. Justru yang sudah saya lakukan untuk Indonesia itu termasuk mengkritisi pemerintah.

Misalnya, Dewan Perwakilan Rakyat kita memiliki ide dana aspirasi. Lalu karena menganggap ide itu pemborosan, ada satu orang mulai mengkritisinya di Twitter, hingga semua tergerak untuk ikut mengkritik. Ada kemungkinan besar dari situ wartawan membuat tulisan beserta data akurat di media. Tulisannya masuk di media, masyarakat ramai membaca, berita beserta aspirasi sampai ke pemerintah, lalu pemerintahpun harus mengurungkan niat dana aspirasinya.

Itulah kritik. Seperti multiplier effect. Disuarakan satu orang lalu akan berkembang. Kritikus tidak harus dibarengi dengan bertindak nyata, karena bahkan pada akhirnya kritik darinya bisa menciptakan aksi nyata dari pihak lain. Tindakan nyata maupuan kritik tidak ada yang lebih baik satu sama lain, karena keduanya berhubungan. So don't underestimate critics. Don't let people who criticizes their mad government to shut up, please. Siapa tau kritikan mereka bisa menggugah orang lain yang memiliki ide dan waktu untuk berbuat nyata. Kalau waktu yang anda miliki hanya untuk mengkritik, why not? Daripada diam saja, padahal sadar pemerintahnya salah. Itu bisa gawat kan? :)

And seriously guys, what kind of action can we do if we disagree with our government? Take part of their role? Ibaratnya PRT kita tidak mau mengosek wc rumah, lalu kita yang mengosek? Untuk apa menggaji pembantu?