No Televison?

Saya menemukan iklan ini di Bulletin Board Friendster saya:

Dalam rangka menyukseskan gerakan HARI TANPA TV 2008 yang diprakarsai oleh Yayasan Pengembangan Media Anak dan didukung oleh berbagai institusi yang bersedia bergabung, maka akan diselenggarakan:

"FUN DAY WITHOUT TV 2008"
Tanggal : 20 Juli 2008
Waktu : Pk 09.00 - selesai WIB
Lokasi : Taman Monas

Bentuk kegiatan : mengundang dan bekerja sama dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Jabodetabek untuk mengadakan lomba, bazaar kecil, membuka booth tanya jawab seputar anak dan TV bagi orangtua dan anak-anak.
Mengapa perlu ada Hari Tanpa TV (HTT)? Ada 2 makna: pertama, ingin membiasakan bahwa tanpa TV pun hidup akan tetap nyaman, Jadi, kita mencoba mengurangi ketergantungan kita, terutama anak-anak, pada TV. Kedua, sebagai ungkapan keprihatinan kita terhadap isi tayangan TV yang tidak aman dan tidak sehat untuk anak.

Yang saya herankan, ada apa sih dengan TV? Kenapa merasa harus bisa hidup tanpa TV? Bukannya TV juga banyak manfaatnya? Kalo toh TV menjadi tidak bermanfaat dan lebih banyak merugikannya, itu salah per individu, bukan TV.

Mengenai tayangan TV yang tidak aman dan sehat untuk anak, maka dari itu ada jam malam kan? Kenapa harus ketakutan? Jam malam berarti anak sudah tidur kan? Kalo anak belum tidur, salah orang tuanya sendiri. Kenapa kita yang tidak punya anak harus repot-repot tidak bisa menonton tv? Bukan egois, but take your own business please. Don't share it with us.