Aisenodni

Saya benci hidup di negara ini, negara yang berbudaya terbalik-balik. Setiap hari semakin banyak list budaya Indonesia yang semakin terbalik dari yang seharusnya. Bagaimana negara ini akan dikagumi oleh rakyatnya sendiri apabila selalu menyimpang?

1. Kebebasan.
Kebebasan semacam berargumen dengan orang tua/gurunya, memiliki pemikiran lain mengenai agama, atau berfikir kreatif walau nakal, adalah tabu dan dilarang keras dalam budaya kita. Namun budaya kita membebaskan kita mengusik kebebasan kehidupan orang lain. Bertanya, "agamamu apa?" "Sudah sholat belum? Kok kamu ga sholat?" "Orang tua kerja dimana?" "Ih kok gitu sih! Dosa kamu!" "Oh orang tuanya dosen? Pantes masuk UGM!" Kebebasan yang seharusnya tabu justru menjadi budaya yang lumrah dan kental di Indonesia.

2. Peras Pedagang, Bantu Pengamen.
Negara ini sangat menghormati dan membantu para pemalas dan peminta: pengamen, tukang parkir, dan pengemis (pengemis anak atau yang muda dan sehat). Namun negara ini sangat pelit dan melecehkan mereka yang berusaha keras mencari nafkah: menawar sadis ongkos becak dan dagangan di pasar, galak terhadap sopir, menghina pembantu, dsb. Ada apa dengan otak negara ini? Kenapa yang berusaha justru kita peras dan hina, namun para pemalas justru dibantu dan dikasihi?

3. "Kembali ke masing-masing individu saja."
Quote ini saya dapat saat berdebat politik dengan seseorang. Saya rasa quote itu bodoh jika ditujukan untuk topik perdebatan kita. Politik adalah masalah bersama, kembali ke masing-masing individu sama saja memperparah keadaan politik. Jika semua orang berfikir politik untuk masing-masing individu, negara ini akan semakin rusak karena semua orang akan egois dan memikirkan diri sendiri. Namun kebalikkannya, di Indonesia berdebat agama adalah masalah bersama bukan individu. Orang lain boleh menentukan "Mimit dosa karena mencat rambut," bukannya memberikan hak saya untuk kembali ke diri saya sendiri.

Ketiga hal di atas cukup memperkuat kebencian saya terhadap Indonesia. Namun negara ini sedang labil, sedang tidak tau diri, sedang PMS, sedang belajar, sedang butuh rakyatnya untuk saling mengingatkan. Saya akan membenci diri sendiri jika hanya menyalahkan Indonesia saja. Saya ingin membantu Indonsia mulai dari detik ini. Ada yang mau ikut? Sini saya gandeng. :)