Uncategorized

In Love With The Outer Space

Every night I search on Google and Youtube just to see the most beautiful art in the universe, it's the outer space.
Look how innocent the stars are. They were running around no where to go. But they made this beautiful colors and shape and I'm in love with it. What a great of art made by God. He must be over acting when he made it.
It makes me curious sometime. Is there any alien out there? What are they doing there? Do they write blog and ask God how do the alien looks like? But do they really exist? Or is it just us living in this big big universe? If so, it seems like an awful waste of space. I believe there's an alien somewhere out there. I wish I can get the chance to meet them and share about how beautiful our universe is and how lucky we are finally can meet.
Ah God, you're such an artist. I love you more than I love the outer space anyway. ;)
PS: If you read this post and I'm already dead, don't worry, I'm sure I'm already in the outer space with my heart full of happiness.

Sustainable Palm Oil in Indonesia

I studied economics in Universitas Gadjah Mada. Every international economy class there is always a discussion about the palm oil production and its positive impact on the economy of Indonesia. At the same time I read the news about the oil palm companies are deforesting, slaughtering orangutans and other animal, as well as creating a conflict with local people who live around palm oil plantations.
How to encourage sustainable production of palm oil in Indonesia and continues to stimulate the economy, without any deforesting, animal slaughtered, and creating conflicts with local people? A tough question? Not really. Because the causes of the negative impacts of oil palm production is simple: laws and our government. Palm oil producers would not dare to open palm oil plantations in the region which is prohibited if the Indonesian government and the law firm forbids them. But it did not happen. Documentation Trans 7 highlights the trucks carrying the palm out of the Forest Protection Area in Kalimantan Tengah. In other words, they change the protected forest area for palm oil plantations. How could this happen? Because the law and the government let them or even give them permission.
So the sustainable palm oil will give more benefits to Indonesia if the government is able to act fairly and firmly to the palm oil business. If the government is not able to implement it, then it is we who should prosecute them to proceed. Remember, we live in a country with freedom of speech. It's our right to speak out our opinion, continue oversee the government and make the better Indonesia.

Kaos #MengenangMunir Sudah Sampai Bali!

Pada 8 Desember 2010 lalu, tepat di ulang tahun Almarhum Munir yang ke-45, saya mengadakan acara #MengenangMunir. Tema utama acara yang saya selenggarakan dibantu oleh beberapa teman ini adalah melelang 45 kaos limited edition bergambar lukisan wajah Munir ini:
Dalam semalam, 45 kaos ini habis terjual dengan dana yang terkumpul hampir 30 juta rupiah. Dari hasil lelang ini, dana saya pakai untuk memproduksi kaos bergambar Munir sebanyak-banyaknya, lalu saya bagikan ke para pekerja yang bekerja di tengah masyarakat agar pesan "Menolak Lupa" bisa dibaca oleh rakyat. Postingan mengenai rencana acara ini bisa dibaca disini dan postingan setelah acara bisa dibaca disini.
Kemudian, 20 Maret 2011 lalu, saya bersama Savior Band dan teman-teman, membagikan kaos gratis ini ke para tukang becak, pemulung, pedagang, dan tukang sapu yang berada di Jogja. Postingan pembagian kaos gratis di Jogja ini bisa dibaca disini.
Seperti yang telah saya janjikan, selain Jogja, kota lain yang menjadi tujuan pembagian kaos gratis Munir ini adalah Denpasar Bali, Jakarta, dan Malang. Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemberi dana, saya tidak bisa bergerak cepat membagikan kaos karena berbagai kesibukan terutama kuliah. Namun saya terus berusaha konsisten untuk terus membagikan kaos gratis ini seperti yang sudah saya janjikan.
Beruntung sekali saya, atas bantuan Mas Erix Soekamti, saya dikenalkan kepada Mas Robi, vokalis dari band senior di Bali, Navicula. Dengan penuh semangat, Mas Robi bersedia membantu membagikan kaos gratis Munir untuk para pekerja keras yang bekerja di tengah masyarakat Bali. Bahkan Mas Robi dan teman-teman akan mendokumentasikan pembagian kaos ini dengan foto maupun video dan akan dipublikasikan di media Akarumput. Wah saya senang sekali mendengarnya! Apalagi Navicula juga akan merilis sebuah lagu khusus untuk pahlawan kita, Munir. :)
Anyway, ada sedikit cerita dibalik pengiriman kaos Munir dari Jogja ke Bali. Jujur saja, saya tidak tahu berapa banyak kaos yang saya kirimkan ke Bali, khususnya ke Mas Robi. Kaos sudah berada di dalam karung yang sudah dipack sedemikian rupa. Sayang jika saya buka lagi. Sehingga saya hanya tau kaos yang saya kirim seberat 28kg. Saya berusaha mencari jasa pengiriman yang termurah. Saya tentu mencoret JNE dalam list karena walau jasanya terpercaya, namun untuk mengirim barang seberat hampir 30kg, pasti akan sangat memakan biaya. Apalagi biaya bukan dari dana saya sendiri, melainkan sumbangan dari lelang, sehingga saya harus menjaganya. Saya coba ke jasa yang tidak terkenal, katanya biaya jasa 300 ribu dan sampai Bali 2 minggu lebih. Astaga. Jasa ada yang 200 ribu namun tetap sampai Bali 2 minggu. Saya pergi ke Pos Indonesia, katanya bisa hanya 130 ribu namun sampai Bali 2 minggu pula! Hampir saja saya memilih jasa Pos Indonesia, namun pacar saya mengajak saya ke Jasa Pengiriman Elteha. Kami pun kesana menanyakan biaya jasa dan lama pengiriman, lalu jawabannya, "biaya 100 ribu , sampai sana maksimal 3 hari, Mbak." WHAT THE?! Wah girang sekali saya! Sudah murah, cepat pula. Saya tau Jasa Elteha sejak saya kecil. Ini langganan nenek saya. Sehingga saya percaya dan saya pilih mengirimkan kaos Munir ke Bali dengan jasa Elteha.
Sungguh tak disangka, tepat besoknya, di siang bolong, tiba-tiba saya mendapat mention dari @karumput:


So dengan ini saya ingin berbagi info bahwa jasa Elteha hebat juga. :) Buat Mas Robi dan teman-teman Navicula, kita tunggu kabar baiknya! :)

Hello @dianparamita, Goodbye @mistymimit


Saya tu kalo ketemu orang selalu dipanggil "Mistymimit" kadang dipanggil "Misty". Nama saya kan bukan itu... :( Makanya sudah sejak lama ingin ganti jadi @dianparamita. Tapi udah dipake orang. Padahal dia terakhir ngetwit tahun 2009 dan isinya "pileknya udah ilang" :|
sudah coba menghubungi Twitter, minta akun @dianparamita itu dibinasakan saja trus diberikan padaku. Eh Twitter bales tapi ga bisa bantu. :| Katanya, Twitter baru bisa membinasakan nama itu dan memberikannya kepada saya asal nama saya itu udah didaftarkan menjadi trademark. Buset deh. Sempet saya cari cara untuk daftar trademark tapi ternyata mahal dan sulit. Hiks.
Lalu, berputarlah otak saya dan munculah ide: search "Dian Paramita" di Facebook, buka profile picture mereka & cari foto yang sama dengan yang di Twitternya! Berhubung nama Dian Paramita itu pasaran, jadi yang saya buka buanyak banget. Satu-satu saya buka profile picture-nya. *niat*
Sampai akhirnya nemu yang fotonya sama. Wogh saat itu saya teriak di restoran! Seneng beudh. Trus saya message dia. Isi messagenya intinya saya butuh nama itu, apalagi dia udah ga make. Iiih nulisnya sopan ting ting deh. Trus nunggu balasannya. Lalu tengah malam baru dia balas! Wah itu aja udah seneng banget bro rasanya. Inti balasannya dia malah minta maaf dan akan bantu memberikan akun. Dia meminta maaf karena dia menyebabkan saya tidak bisa memakai nama itu. Uhuhu baiknya jadi terharu. :')
Lalu seminggu ini dia berusaha mengganti password, semalam (4 Oktober 2011) dia memberikannya kepada saya. Seneng buanget. Rasanya kayak cinta yang nggak bertepuk sebelah tangan. Jadilah @mistymimit berubah menjadi @dianparamita. Hello @dianparamita, goodbye @mistymimit. Susah meninggalkan nama cute itu, banyak yang menyayangkan :'( Tapi harus...
Setelah saya ganti nama, dan deactive akun dia (atas permintaannya), saya message lagi dia. Saya berterima kasih tak terhingga dan bilang seneng banget. Eh dia balas bahwa dia juga seneng bisa membahagiakan orang dengan sederhana. Dian Paramita emang orangnya baik-baik. :')
Banyak yang menyukai dan mendukung perubahan nama akun ini, tapi juga banyak yang protes. Hiks. Kalo saya hitung-hitung dengan metode statistika deskriptif, lebih banyak yang mengucapkan selamat dan setuju dengan perubahan nama. HOREEE!
Berikut ucapan selamatnyaaaa... :D

Dari komen-komen di atas saya baru tau, kalo syukuran itu pake bubur merah-putih ya? Itu apa sih? Hmmmm. Nah kalo ini yang protes... Hiks.

Beberapa alasannya. Salah satunya mereka sudah terbiasa dengan image @mistymimit.

Tunggu 3 bulan lagi, kita akan terbiasa. Seperti Mas pitra dulu nama akunnya 
Tapi kalo tidak begini, seumur hidup saya dikira bernama Misty Mimit dong bro...
Ada juga yang curcol. Ahahahahaha.

Setelah saya ceritakan bagaimana mendapatkan akun @dianparamita, ada beberapa komen absurb...
Dua komen terakhir itu bukan memuji tapi menohok. (-________________-)
Ya beginilah Twitter, rame dan menyenangkan. Inilah cara saya merayakan keberhasilan mendapatkan nama @dianparamita, dengan mendokumentasikannya. Terima kasih semuanyaaaaaa! :')

Cover Buku OC Kaligis Mencuri Desain Andrew Anti-Tank?

Tanggal 28 September 2011 kemarin, saya mendapatkan berita: cover buku OC Kaligis yang berjudul "Korupsi Bibit-Chandra" tanpa ijin memakai desain milik teman saya, Andrew dari Anti-Tank Project. Berita lebih lengkap disini.
Tentu Andrew langsung membuat pengumuman di postingannya ini. Dalam postingannya itu, ia berkata, "saya yakin 100% bahwa gambar yang digunakan untuk cover/sampul buku tersebut adalah gambar yang sama, dengan karya gambar milik saya, walaupun ada beberapa modifikasi/perubahan minor pada warna, teks dan unsur visual lainnya."
Ia juga menambahkan, "saya sama sekali tidak pernah membuat cover/sampul buku OC Kaligis yang berjudul ‘Korupsi Bibit-Chandra’, dan saya tidak pernah melakukan hubungan apapun hingga hari ini, baik dengan penerbit ataupun sang penulis buku yang bersangkutan tentang cover/sampul buku tersebut. Maka apapun isi dari buku tersebut tidak ada hubungannya/sangkut pautnya dengan saya pribadi ataupun dengan Anti-Tank."
Saya pribadi membaca pengumuman ini tidak melihat adanya indikasi Andrew akan menuntut OC Kaligis atau penerbit buku tersebut. Namun saya sangat yakin, Andrew menulis pengumuman ini untuk mempertegas bahwa desain itu miliknya dan dia tidak mendukung isi dari buku tersebut. Tentu saja. Karena Andrew membuat desain tersebut untuk kampanye pembebasan Bibit-Chandra tahun 2009. Lalu dengan desain yang 99% sama, OC Kaligis memakainya untuk buku berjudul "Korupsi Bibit-Chandra" Benar-benar dua hal yang berbeda dengan desain yang sama.
Adapun beberapa pihak yang menyalahkan Andrew karena Andrew telah mengijinkan siapapun untuk mendownload desain tersebut secara gratis. Akan tetapi, Andrew hanya membolehkan desain itu untuk kampanye yang sama, bukan untuk yang bertentangan dengan kampanyenya, apalagi untuk kepentingan komersil. Toh jika memang Andrew membolehkan desain ini untuk dipakai siapapun, dengan kepentingan apapun, tetap saja seharusnya penerbit buku OC Kaligis tersebut meminta ijin jika ingin mengubah warna desain, mengubah makna desain, hingga menghilangkan logo Anti-Tank.
Menanggapi hal ini, OC Kaligis menyuruh Andrew melaporkannya pada polisi. Ia mengaku hanya disodori desain oleh penerbit lalu ia memilih desain itu. Mungkin saja dalam masalah ini, yang bertanggung jawab adalah pihak penerbit, yaitu Indonesia Against Injustice. Namun yang saya sayangkan, OC Kaligis berkata pada wartawan Detik, "Kenapa baru sekarang? Enggak penting." Seorang pengacara sekelas beliau mengatakan masalah seperti ini tidak penting? Wawancara bisa dibaca disini.
Buku memang sudah terbit sejak Maret 2010, sehingga masalah ini seperti datang terlambat. Namun jika kita membaca pengakuan Andrew, maka dapat dimaklumi, Andrew baru mempermasalahkannya sekarang karena dia juga baru menyadarinya. Seperti yang Andrew tulis di postingannya. Lagipula, buku diterbitkan tanggal 29 maret 2010, lalu Andrew membuat pengumuman tanggal 1 April 2010. Tidak berselang lama setelah buku diterbitkan. Hanya saja mungkin masalah ini terdengar publik baru sekarang.
Saya kenal Andrew saat saya membuat kampanye Mengenang Munir tahun lalu. Saya ijin memakai desain Munir-nya dan dengan senang hati ia mengijinkannya. Dia dengan Anti-Tank Project-nya sering membuat kampanye yang positif dengan karya-karyanya yang menakjubkan. Beberapa desainnya ia cetak untuk ditempelkan di beberapa sudut Jogja. Dengan masalah ini, saya dengan senang hati membantu menyebarkan dan mendukungnya agar ia terus berani memperjuangkan haknya. Maju terus Andrew, jangan takut. We are with you.

Orangutan: "Will you speak up for me?"


More than ten orangutans were slaughtered in a forest near palm tree plantation in Kutai, East Borneo, Indonesia. The Tribun Kaltim newspaper reported that local plantation company offered 60 - 230 USD for each orangutan caught by local resident. After the orangutans were given to the company, they were killed by beheading, then mutilated to remove the evidence. While this event took place in 2009-2010, we feared that the slaughtering continues and more orangutans were killed. The news written in Indonesian click here.
"Will you speak up for me?" that probably what the cute Orangutan trying to say to us. So will you help them? If yes, let's spread this news and make the government immediately respond this issue and help our innocent Orangutans.
Send your support to the the Governor of Kalimantan Timur, to take charge in this issue. Email it to: humas@kaltimprov.go.id
This is an example of the support letter in Indonesian:

Kepada Yth. Gubernur Kalimantan Timur, di Tempat.
Berita pembantaian 10 orangutan di Kaltim sangat menyesakkan kemanusiaan. Sebagai warga negara Republik Indonesia, saya meminta pemerintah Kaltim untuk menyelidiki kasus ini, dan memastikan proses hukum memberi hukuman yang menjerakan bagi semua pelakunya, termasuk pihak-pihak yang di balik layar.
Bersama surat ini, saya memberikan dukungan moral bagi segenap pejabat Kaltim agar dapat bertindak cepat, tegas, dan tanpa ragu-ragu. Terima kasih.
Hormat saya,

Dian Paramita


Please, help our Orangutans. Only us who could do it.

Mencintai Plastik



Seseorang di masa kecil saya pernah memberi tahu, "plastik dapat membunuh sebuah pohon karena menghalangi pohon mencari air untuk hidupnya." Membayangkannya saya sedih. Sejak saat itu, plastik selalu ada dalam pikiran saya.
Saat saya SD, setiap pulang sekolah saya dijemput oleh becak langganan saya. Rumah saya lumayan jauh untuk ditempuh dengan becak, sehingga ada waktu sekitar 1/2 jam untuk saya duduk bengong memikirkan banyak hal, termasuk plastik. Suatu hari setelah saya bermain sepak bola, beli es teh, saya dijemput oleh Pak Temon, Pak becak langganan saya tercinta. Di dalam perjalanan pulang, sambil menyeruput es teh, tiba-tiba muncul pertanyaan di dalam pikiran saya, kalo plastik ini saya buang sembarangan ke jalan, kira-kira plastik ini berakhir dimana? Tentu saya ingat: plastik dapat membunuh sebuah pohon karena menghalangi pohon mencari air untuk hidupnya. Hanya karena saya keenakan minum es, lalu malas membuang sampah pada tempatnya, saya harus mengorbankan pohon mencari air? Saat es teh saya habis, saya urungkan niat saya untuk membuang plastik sembarangan di jalanan dan memilih untuk menyimpannya di tas sekolah. Sampai di rumah, saya buang ke tempat sampah. Paling tidak, hati saya lega, tak ada pohon yang saya halangi kelangsungan hidupnya. Setelah kejadian itu, sampai saya SMA, tas sekolah saya penuh sampah plastik.
Namun apakah membuang plastik di tempat sampah adalah jalan terbaik menjaga kehidupan pohon? Baru sekarang saya sadar, membuang plastik di tempat sampah bukan jalan yang terbaik untuk pohon apalagi alam kita. Lagi-lagi muncul pertanyaan di kepala saya, setelah dari tempat sampah di rumah kita, lalu diangkut tukang sampah, kira-kira sampah plastik kita berakhir dimana? Bisa saja ke tempat penampungan sampah. Entah dimana itu. Apakah di tempat penampungan sampah itu ada pohon? Bagaimana kelangsungan hidup pohon disana jika banyak sampah plastik? Apakah ada yang peduli untuk tidak membuat kelangsungan hidup pohon disana terancam? Lalu apakah benar tukang sampah membuangnya ke tempat penampungan sampah? Atau malah ke hutan bahkan sungai dan laut?
Ternyata, sebagian sampah plastik kita berakhir disini…

Hah? Apa itu? Itu 2 ekor paus yang lucu. Lihat deh senyumnya. :)
Sampah plastik kita berakhir disitu? Iya, berakhir disitu, di paus itu.
Kok bisa? Iya bisa, karena ketidakpedulian kita.
Beberapa waktu lalu saya mendapat berita menyesakkan: seekor paus ditemukan kelaparan hingga sekarat karena pencernaannya terhalangi oleh sampah plastik. Tahun 2008, dua paus sperma yang terdampar di pesisir California, AS, memiliki 205 kilogram jaring ikan dan serpihan sampah plastik dalam tubuhnya. Seekor di antaranya memiliki perut yang rusak. Seekor lainnya, dalam kondisi kelaparan, memiliki banyak sampah plastik yang menghalangi saluran pencernaannya. Tujuh paus sperma yang terdampar di selatan Italia pada tahun 2009 juga didapati telah menelan kail, tali, dan obyek-obyek plastik lainnya. Seekor paus lain, yang ditemukan tewas di perairan Perancis pada 2002, bahkan telah menelan hampir satu ton sampah, termasuk kantong plastik dari dua supermarket terkenal di Inggris. Fakta ini diungkapkan dalam sebuah forum kelautan internasional yang berlangsung pada 11 hingga 14 Juli 2011 di Jersey, Inggris.
Itu adalah 1 fakta menyesakkan akibat sampah plastik bekas kita, manusia. Tidak tahu bagaimana dengan jutaan fakta lainnya. Masalah utama adalah plastik sekali pakai. Baru dipakai beberapa menit untuk membungkus makanan kita, lalu kita buang. Tentu setiap harinya banyak sekali sampah sekali pakai yang dihasilkan manusia kan? Bukan berarti sampah-sampah itu akibat dari manusia yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Tapi kemungkinan besar sampah plastik kita pada akhirnya dibuang ke tempat-tempat yang tidak semestinya oleh para pekerja sampah. Jadi membuang sampah pada tempatnya tidak selalu menjadi jalan keluar terbaik untuk menjaga alam kita ini. Bahkan masalah ini tidak mampu ditanggulangi oleh negara maju seperti Amerika dan Inggris sekalipun.
Lalu bagaimana? Dilema. Manusia selalu berusaha menciptakan benda yang praktis, efisien, dan ekonomis. Ketiga hal tersebut adalah sifat dari plastik. Namun plastik mengancam alam dan generasi yang akan datang. Disatu sisi kita membutuhkannya, di sisi yang lain kita dirugikan olehnya. Lalu bagaimana?
Cintailah plastik. Anggap bahwa plastik adalah barang langka yang sangat mahal sehingga memakainya seperlunya saja, bukan untuk hal-hal sepele dalam daily needs kita. Apakah bisa? Bisa, mudah, tapi sulit. Bisa dan mudah karena banyak benda lain yang dapat menggantikan kantong plastik kresek dan styrofoam, misalnya tas berbahan kain untuk membawa belanjaan dan wadah plastik yang dapat dipakai berulang kali untuk membungkus makanan yang kita beli di warung makan.

Ide ini menjadi sulit karena manusia malas untuk peduli dengan hal yang dampaknya tidak langsung terasa. Alam rusak, paus kelaparan, banjir, adalah dampak-dampak dari plastik yang tidak secara langsung kita rasakan dan bahkan tidak selalu terjadi di depan kita. Untuk apa repot mengganti plastik dari supermarket yang gratis dan praktis dengan membawa tas kain dari rumah? Untuk apa repot mengganti styrofoam dari warung makan dengan wadah plastik dari rumah? Semua hal ini repot dan kadang tidak terasa manfaatnya. Saya pun belum tentu bisa melakukannya. Lagi-lagi, lalu bagaimana?
Jika kita mencintainya, kita akan menghargainya. Maka hargai plastik dengan mahal. Ada suatu hypermarket di Jogja yang mengharuskan pelanggannya membeli per kantong plastik jika mereka ingin membungkus belanjaannya dengan kantong plastik tersebut. Jika kita tidak ingin mengeluarkan uang, maka kita harus membawa belanjaan itu dengan tangan atau dengan membawa tas sendiri dari rumah. Brillian ya? Saya jadi memiliki ide, bagaimana jika semua benda yang memakai plastik dihargai dengan mahal dengan diberi pajak? Beli Coca-Cola dari McDonald misalnya, jika kita ingin memakai gelas plastik dari sana, maka jika harus membayar lebih. Namun jika tidak mau membayar lebih, maka kita harus membawa gelas sendiri dari rumah. Bagaimana jika semua penjualan yang memakai plastik sekali pakai memakai ide ini? Maka sebagian besar manusia akan terpaksa mengganti plastik sekali pakai dengan plastik yang dapat dipakai berulang kali. Lalu kemana pendapatan pajak dari plastik itu? Untuk pembiayaan kerusakan alam akibat sampah plastik. Apa hasilnya? Sampah plastik berkurang, alam terlindungi. Asyik deh. Kita bersama-sama (walau terpaksa) bertanggung jawab atas apa yang sudah kita nikmati. Kadang manusia memang harus dipersulit dan dipaksa agar tidak menggampangkan masalah. :D

At Last, 19th July 2011

19th July 2011 one of my favorite day in this year. When I was looking for my cellphone's charger, suddenly there's a man entered my house. I did not know who the man, but when he said "assalamualaikum!" I just realized, he was my boyfriend! So I ran to him, hug him, and I cried. He surprised me!
2 months ago he suddenly had to go to Jakarta and Sumatra to work. I must accept this with sadness. So after our first 2-months-long-distance-relationship, we meet again. Its been a difficult day without him, my part-time-lover-full-time-bestfriend.
Well, you can imagine how happy I am that day, that moment. I'm the happiest girl in the world. But I cannot express it with beautiful words. So how grateful I was when my mother gave this song to me. She said, "this song is perfect for you." I listened and I cried.

At last, my love has come along My lonely days are over And life is like a song Oh, yeah, at last The skies above are blue My heart was wrapped up in clovers The night I looked at you I found a dream that I could speak to A dream that I can call my own I found a thrill to rest my cheek to A thrill that I have never known Oh, yeah when you smile, you smile Oh, and then the spell was cast And here we are in heaven For you are mine At last
At Last - Etta James

Thank you my love, thank you my mom. You both gave me such a beautiful day. :)

Mas Herman

Mas Herman adalah kakak kandung saya. Salah satu role model yang paling mempengaruhi hidup saya.
Saat saya akan lahir, ibu bertanya kepadanya, "ingin menyumbangkan nama untuk adikmu?" Dia berfikir keras lalu mendapatkan ide nama: Putri Sejarah Kulino. Katanya dia ingin adiknya selalu mengingatkannya karena dia pelupa. Ibu hanya menertawakannya dan tidak memakai nama dari idenya. Katanya sih dia sakit hati karena ditertawakan ibu. Tapi untung nama saya tidak jadi seperti itu.
Saat saya bayi, Ibu bilang, Mas Herman tidak pernah iri dan rewel. Pernah suatu hari dia demam dan hanya bisa tiduran di kasur sambil memandangi ibu yang sedang repot mengurusi saya yang masih bayi. Ibu kasihan kepadanya, Mas Herman seperti ingin dimanja tapi dia pengertian dan hanya diam memandangi ibu.
Saat saya TK, Mas Herman sering membuat permainan. Seperti menciptakan restoran, dia koki, saya asisten koki, lalu orang tua kami sebagai pembeli. Dia juga suka membuat sulap, lalu saya yang menjadi bahan sulapnya. Dia juga pernah membuat ramuan warna hijau, merah, kuning, kita masak-masak dengan api, lalu kita berpura-pura menjadi seperti nenek sihir. Dia juga pernah membuat panggung mini, ada kordennya, background bisa diganti-ganti, dan lampu panggungnya. Bahkan saat saya ulang tahunpun, semua hadiah dia sembunyikan dan dia buatkan teka-teki harta karun. Dia sungguh kreatif dan seru! Saat itu saya tak harus membeli banyak mainan karena kakak saya adalah mainan utama saya.
Saat saya SD, pernah kita berdua harus berpisah benua dengan orang tua. Mas Herman yang melindungi saya dari kesedihan. Dia berusaha keras membuat saya tidak sedih. Dia mau bermain Barbie dan bantal berisi air dengan saya. Saya tentu masih tetap sedih karena kangen dengan ibu, tapi Mas Herman bisa membantu banyak melupakan kesedihan itu.
Saat saya SMP, Mas Herman adalah Beta Tester 3D's Max. Dia jago menggambar dan membuat animasi. Dari sini saya mulai meniru langkahnya. Dia mengajarkan saya pada Adobe Photoshop. Berkat dia, saat ini menggambar dan mendesain adalah hobi sekaligus penghasilan saya.
Saat saya SMA, Mas Herman mendapat liburan dari kantornya ke Singapore. Saya tidak minta apapun. Namun saat dia pulang, dia membawakan oleh-oleh banyak sekali. Setelah dihitung-hitung, uangnya paling banyak dipakai membeli oleh-oleh untuk saya.
Saat saya kuliah, Mas Herman salah satu blogger yang dikenal di Indonesia. Saya membaca semua tulisannya, saya mengidolakannya. Diam-diam saya meniru gaya menulisnya hingga gaya layout blognya. Dia inspirasi saya dalam menulis dan berpendapat.
Saat saya bekerja, saya diminta untuk menjadi pembicara di sebuah acara, saya tidak bisa membuat Power Point di MacBook. Padahal waktu sudah mepet sekali. Saat itu Mas Herman sedang tidur setelah pulang kantor. Saya bangunkan dia dan meminta tolong dibuatkan yang saya butuhkan. Tanpa mengeluh dan cemberut, dia bangun, duduk di kursi komputer, dan membuatkan seperti yang saya inginkan.
Saat saya menemui sebuah masalah dengan teman, Mas Herman sedang di luar kota, saya langsung menelponnya sambil menangis. Lalu dia memberi nasehat dan semangat yang lain daripada yang lain. Selesai menelpon, saya langsung posting di Twitter: I have a best friend forever and thank God he's my own brother.
Yes, I'm nothing without my brother. Kasih sayang dan ide-idenya adalah inspirasi hidup saya. Walau tidak sedikit tingkah dan kelakuannya membuat saya jengkel dan ngamuk, tapi in bigger picture he's the best brother I ever know.
Tuhan, saya adik yang paling beruntung di dunia. :)
PS: Happy birthday Mas Herman!