Why Dollar?

Saya sering mendapatkan pertanyaan, kenapa mata uang Dollar Amerika bisa menjadi mata uang internasional? Bahkan ada yang menanyakannya di Yahoo Answer. Sayang sekali, menurut saya, yang menjadi jawaban terbaik dalam forum itupun belum sepenuhnya menjelaskan alasannya. Bahkan ada jawaban yang sangat lucu, "hegemoni mas.rekayasa global yang luar biasa,kongkalikong yahudi" He? Apakah sebuah kebencian terhadap suatu ras menyebabkan seseorang begitu bodoh?

Anyway, hari ini saya mendapatkan tugas kuliah Internasional Moneter oleh Ibu Sri Adiningsih, and guess what, saya bertugas menjawab pertanyaan tadi: kenapa mata uang Dollar Amerika bisa menjadi mata uang internasional? Ada beberapa alasan, namun saya mengambil 3 saja. Sebelumnya, bagi yang tidak tertarik mengenai moneter dunia, lebih baik pergi dari sini :P

Mari dimulai. Alasan pertama: sejarah membawa dollar menjadi mata uang internasional.

Setelah Perang Dunia 2, dibuat sebuah perjanjian yaitu Perjanjian Bretton Woods. Ini adalah sebuah perjanjian kesepakatan bersama yaitu menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang dunia. Setelah perang inilah, keadaan ekonomi negara-negara dunia kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan beberapa negara bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika dan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, negara-negara ini menitipkan emasnya kepada Amerika. Fenomena ini menyebabkan Amerika menguasai seluruh emas di dunia. Karena hal ini, Dollar Amerika senilai dengan emas dan menjadi sumber likuiditas perekonomian dunia. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.

Alasan kedua: resiko menjadi mata uang internasional

Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain: 1. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia. 2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba. 3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya

Alasan ketiga: tidak semua mata uang yang kuat dapat menjadi mata uang internasional

Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.

Sebagai contohnya mata uang dari negara Kuwait, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Kuwait tidak stabil. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Kuwait sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.

Jadi bukan karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata uang internasional atau bahkan ada kong-kalikong Yahudi.

Thanks to Politikana, Mas Etta, and Uncle Google for the info.