TwitRadio #2: Menjaga Keamanan Akun Twitter

Tadi kesempatan saya yang ke-2 menjadi guest host dalam acara #TwitRadio di Unisi 104.5 FM. Kali ini tema acara kita "Menjaga Keamanan Akun Twitter". Awalnya tema kita "Hack Twitter" tapi kita ubah karena takut dikira mau ngajarin caranya nge-hack akun orang lain. Hehehe. Latar belakang saya mengangkat tema ini karena pada 6 Mei 2010 akun Twitter saya, @missmimit, adalah salah satu korban pembajakan. Saat itu followers saya sekitar 600-an. Walau sedikit, jaman itu saya sudah bangga banget. Jadi rasanya sangat kehilangan saat seseorang membajak akun saya lalu unfollow seluruh following dan yang paling menyedihkan, mem-block seluruh 600-an followers saya. Heart taking! Hiks. Seminggu kemudian akun saya dikembalikan oleh Twitter, tapi semua sudah terlambat. Hari itu juga Facebook page saya juga dibajak, namun beberapa menit kemudian langsung kembali walau seluruh fotonya dihilangkan si hacker. |: Setahun kemudian blog saya ini juga dibajak, bahkan 2 kali. Bah, saya kok jadi langganan para hacker ya. |:

Saya mengundang Bernard Batubara sebagai salah salah satu korban pembajakan Twitter dan Bernad Satriani sebagai mantan hacker. Keduanya bersedia saya ajak ngobrol mengenai pengalamannya dibajak dan membajak serta tips dan trick dari mereka untuk menghindari akun kita dibajak. Berikut beberapa kesimpulan pembahasa kita tadi:

  1. Beberapa bulan yang lalu akun Twitter pertama Benzbara yang @Benzbara dibajak. Modusnya si pembajak adalah mengirimi email yang mirip sekali dari Twitter dan menawarkan Bara Verified Account asalkan dia bersedia menjawab beberapa pertanyaan. Sayangnya saat ditanyai password Twitter-nya, dengan lugu Bara menjawabnya dan beberapa menit kemudian akunnya yang memiliki followers 7,000-an itu dibajak. Huhuhu. Namun no need to worry, si empu akun @RadioGalau itu sekarang sudah move on dan sekarang followers-nya sudah mencapai 14,000-an! Wow!
  2. Sebagai mantan hacker, Bernad mengatakan modus hacker yang membajak akun Twitter saya dan Bara adalah phising, yaitu mengirimi email yang mirip Twitter sehingga kita percaya untuk memberi password kita. Kata Bernad, siapapun bisa dengan mudah mengirimi email dari twitter.com. Waduh. Tinggal meniru layout email-nya Twitter saja, mengirim dari twitter.com, lalu menipu calon korban. Nah kata Bara, untuk memastikan sebuah email itu benar dari Twitter, kita coba reply email mereka dan pastikan alamat email itu masih tetap dari twitter.com. Kalo tidak, maka perlu dicurigai.
  3. Bernad menambahkan, modus lain yang dipakai hacker adalah mengkorek kehidupan kita melalui pembicaraan santai yang sebetulnya mengkorek jawaban pada sequrity question akun Twitter kita. Jadi buatlah sequrity question kita yang sulit dengan jawaban yang tidak masuk akal sekalian agar tidak mudah dikorek-korek. Begitu juga dengan password, sebaiknya yang panjang dan mengandung angka.
  4. Bernad memberi tips agar tidak membuka link yang sering kita dapat melalu direct message (DM) Twitter. Jika sangat penasaran dengan link itu, maka bukalah dari browser lain,selain browser yang sedang kita pakai untuk mengakses akun Twitter kita. Jadi kalo kita sedang membuka Twitter kita di browser Chrome, maka copy paste saja link-nya dan buka link-nya di browser Firefox.

Thank you for listening! (;

PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com :)