Selamat Pagi, Munir

Jogja, 24 Oktober 2011, pagi ini cukup cerah. Jogja tidak kunjung hujan. Apa yang sedang kau lakukan disana?

Disini aku bersedih membaca kasus-kasusmu. Kasus penculikan aktivis, dan bagaimana kau berjuang mengembalikan mereka dalam keadaan selamat. Kasus para mahasiswa yang hilang, dan bagaimana kau menyemangati para keluarga untuk terus mencari. Kasus buruh yang sudah mati dianiaya, dan bagaimana kau memperjuangkan haknya walau mereka telah tiada.

Lalu kini kau pun begitu, dibunuh saat akan menuntut ilmu. Namun tidak ada yang mampu sepertimu, memperjuangkanmu. Aku sangat berduka. Apa yang bisa aku lakukan untukmu?