Pernyataan Asrillazi Rasyid yang Berubah-Ubah

Beberapa hari lalu ada berita di Sumatera Ekspres, Sriwijaya Pos, dan Kompas bahwa pemerintah Palembang membasmi anjing liar dengan racun untuk mengurangi rabies dan menyambut Sea Games XXVI.

Kompas 25 Oktober 2011, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Sumatera Selatan, Asrillazi Rasyid, membenarkan berita pembasmian anjing liar di Palembang ini. Pak Asri sendiri yang menyatakan kegiatan ini untuk Sea Games. "Pembasmian anjing liar dilakukan karena anjing liar dikhawatirkan menggigit manusia di sekitar kawasan Jakabaring yang akan dihadiri ribuan tamu asing itu. Kami akan menggunakan makanan yang telah dibubuhi racun untuk membasmi anjing-anjing liar ini," kata Kadisnak Pak Asri.

Namun tanggal 27 Oktober 2011, saat ditemui tim Fauna Welfare, Kadisnak Pak Asri yang mengaku kaget saat ditelpon Menpora tentang adanya berita pembasmian anjing. Ia mengatakan kejadian ini karena kurangnya koordinasi antar dinas. Ia pun juga membantah melakukan eliminasi anjing, seperti yang dikutip Kompas (27/10) "Jaminan Tak Eliminasi Anjing Disambut Gembira."

Tanggal 25 Oktober 2011 Pak Asri mengatakan memang benar akan meracuni anjing liar untuk mengurangi rabies dan menyambut Sea Games, lalu 2 hari kemudian, tanggal 27 Oktober 2011, Pak Asri justru mengaku kaget saat ditelpon Menpora tentang rencana pembasmian anjing dan membantah adanya rencana ini. Hanya 2 hari Pak Asri bisa membuat pengakuan bertolak belakang di media yang sama, Kompas! Memalukan.