Mas Herman

Mas Herman adalah kakak kandung saya. Salah satu role model yang paling mempengaruhi hidup saya.
Saat saya akan lahir, ibu bertanya kepadanya, "ingin menyumbangkan nama untuk adikmu?" Dia berfikir keras lalu mendapatkan ide nama: Putri Sejarah Kulino. Katanya dia ingin adiknya selalu mengingatkannya karena dia pelupa. Ibu hanya menertawakannya dan tidak memakai nama dari idenya. Katanya sih dia sakit hati karena ditertawakan ibu. Tapi untung nama saya tidak jadi seperti itu.
Saat saya bayi, Ibu bilang, Mas Herman tidak pernah iri dan rewel. Pernah suatu hari dia demam dan hanya bisa tiduran di kasur sambil memandangi ibu yang sedang repot mengurusi saya yang masih bayi. Ibu kasihan kepadanya, Mas Herman seperti ingin dimanja tapi dia pengertian dan hanya diam memandangi ibu.
Saat saya TK, Mas Herman sering membuat permainan. Seperti menciptakan restoran, dia koki, saya asisten koki, lalu orang tua kami sebagai pembeli. Dia juga suka membuat sulap, lalu saya yang menjadi bahan sulapnya. Dia juga pernah membuat ramuan warna hijau, merah, kuning, kita masak-masak dengan api, lalu kita berpura-pura menjadi seperti nenek sihir. Dia juga pernah membuat panggung mini, ada kordennya, background bisa diganti-ganti, dan lampu panggungnya. Bahkan saat saya ulang tahunpun, semua hadiah dia sembunyikan dan dia buatkan teka-teki harta karun. Dia sungguh kreatif dan seru! Saat itu saya tak harus membeli banyak mainan karena kakak saya adalah mainan utama saya.
Saat saya SD, pernah kita berdua harus berpisah benua dengan orang tua. Mas Herman yang melindungi saya dari kesedihan. Dia berusaha keras membuat saya tidak sedih. Dia mau bermain Barbie dan bantal berisi air dengan saya. Saya tentu masih tetap sedih karena kangen dengan ibu, tapi Mas Herman bisa membantu banyak melupakan kesedihan itu.
Saat saya SMP, Mas Herman adalah Beta Tester 3D's Max. Dia jago menggambar dan membuat animasi. Dari sini saya mulai meniru langkahnya. Dia mengajarkan saya pada Adobe Photoshop. Berkat dia, saat ini menggambar dan mendesain adalah hobi sekaligus penghasilan saya.
Saat saya SMA, Mas Herman mendapat liburan dari kantornya ke Singapore. Saya tidak minta apapun. Namun saat dia pulang, dia membawakan oleh-oleh banyak sekali. Setelah dihitung-hitung, uangnya paling banyak dipakai membeli oleh-oleh untuk saya.
Saat saya kuliah, Mas Herman salah satu blogger yang dikenal di Indonesia. Saya membaca semua tulisannya, saya mengidolakannya. Diam-diam saya meniru gaya menulisnya hingga gaya layout blognya. Dia inspirasi saya dalam menulis dan berpendapat.
Saat saya bekerja, saya diminta untuk menjadi pembicara di sebuah acara, saya tidak bisa membuat Power Point di MacBook. Padahal waktu sudah mepet sekali. Saat itu Mas Herman sedang tidur setelah pulang kantor. Saya bangunkan dia dan meminta tolong dibuatkan yang saya butuhkan. Tanpa mengeluh dan cemberut, dia bangun, duduk di kursi komputer, dan membuatkan seperti yang saya inginkan.
Saat saya menemui sebuah masalah dengan teman, Mas Herman sedang di luar kota, saya langsung menelponnya sambil menangis. Lalu dia memberi nasehat dan semangat yang lain daripada yang lain. Selesai menelpon, saya langsung posting di Twitter: I have a best friend forever and thank God he's my own brother.
Yes, I'm nothing without my brother. Kasih sayang dan ide-idenya adalah inspirasi hidup saya. Walau tidak sedikit tingkah dan kelakuannya membuat saya jengkel dan ngamuk, tapi in bigger picture he's the best brother I ever know.
Tuhan, saya adik yang paling beruntung di dunia. :)
PS: Happy birthday Mas Herman!