If You Hate Them, Don't Act Like Them

Saya pernah punya teman yang selalu mengejek saya jelek dan gendut. Jika ada cowok yang tidak ganteng, dia selalu bertanya dengan serius, "itu pacarmu Mit?" Bahkan dia pernah membandingkan betapa jauhnya fisik saya dibandingkan seorang teman cewek lainnya. Padahal awalnya saya berteman dengannya karena kasihan padanya yang seperti tidak punya teman dan punya masalah keluarga yang berat. Tapi dia justru suka mengejek saya. Saya tidak paham mengapa dia begitu jahat. Tapi saya tidak mau mengeluarkan energi untuk marah padanya. Apapun yang membuat sedih dan marah cukup dijauhi saja. Saya pun menjauhinya tanpa perselisihan. 

Lama tak bertemu dan berkomunikasi, tiba-tiba dia menikah dengan laki-laki yang jauh lebih berumur darinya. Banyak selentingan buruk tentangnya. Banyak yang mencibir, "nikahnya sama oom-oom." Sebenarnya itu moment yang tepat bagi saya untuk balas mengejeknya. Sasaran empuk untuk balas disakiti hatinya. Tetapi entah kenapa perasaan dendam itu sama sekali tidak ada. Saya malah bingung sendiri. 

Kemudian saya sadar, ternyata membalas seseorang yang pernah menyakiti perasaan itu tidak enak. Tidak enak karena artinya saya mengikuti sikap buruknya. Jika saya tidak menyukai sikapnya, seharusnya saya tidak bersikap seperti dirinya. Kalo tidak, saya akan membenci diri saya sendiri. 

Sama dengan kasus Florence. Membaca statusnya yang rasis yang ia tujukan kepada warga Jogja, membuat saya kaget dan jengkel. Marah adalah respon yang manusiawi. Menegurnya karena sikapnya yang rasis dan menimbulkan perselisihan adalah sikap dan tindakan yang tepat.

Namun membalas Florence dengan mencacinya, mengambil foto pribadinya untuk dicoret-coret, dan mengancamnya artinya kita mengikuti sikap buruknya. If we hate her, don't act like her. Or you will hate your self. Jika kita membenci sikapnya, sebisa mungkin bersikap jauh lebih baik darinya. Saat itulah kita akan merasakan kemenangan. Trust me.

Update:

Pendapat saya yang mewajarkan warga Jogja melaporkan Florence ke polisi saya hapus. Saya menyadari saya tidak mengerti hukum untuk kasus ini, sehingga lebih baik tidak berpendapat sampai ke ranah hukum.