Hindari Menghakimi

  Hampir setiap hari saya ngomongin hidup orang lain, si ini masak begini, si itu ternyata gitu, eh si itu kenapa ya mau-maunya kayak gini, dia gila apa ya milih si itu. Sering heran dengan pilihan orang lain, heran mengapa orang lain melakukan suatu hal, memandang rendah orang lain karena perbuatannya, dan bahkan sampai membenci orang lain karena suatu hal yang masih "katanya".

Sampai suatu ketika seseorang mengaku membenci saya karena mengira saya memiliki sifat Y, ada lagi yang mengaku pernah ngomongin saya dibelakang karena dia mengira saya berbuat X, atau ada yang meremehkan saya karena orang-orang bilang saya berbuat Z. Padahal saya bukan yang mereka pikir. Kalaupun saya melakukan perbuatan salah, setelah orang lain tau latar belakang kenapa saya melakukannya, orang lain akan paham dan memakluminya.

Sejak itu sadar bahwa menghakimi orang lain itu sangat tidak bijaksana. Apalagi jika dibarengi dengan membencinya. Sungguh bodoh. Kita tak betul-betul tau latar belakang kehidupan orang lain, maka kita pun tak betul-betul memiliki kemampuan menjadi hakim hidup orang lain. Orang lain memiliki latar belakang gen, lingkungan, pendidikan, pergaulan sejak ia kecil yang membedakan kehidupan mereka dengan kita. Tak bisa kita menghakimi orang lain dari kacamata kehidupan kita sendiri.

Maka jika saya dengar ada orang lain dibicarakan dengan negatif, saya tak akan langsung mempercayainya dan menghakiminya. Saya bukan Tuhan yang tau setiap detail kehidupan setiap manusia di dunia ini.