Hello There, I'm Back

Sejak Ahok dipenjara, saat itulah saya malas membaca berita, malas dengan politik, malas memikirkan negara. Padahal sejak kecil diskusi mengenai sosial politik negara adalah hobi yang membakar semangat hidup saya. Namun sejak Ahok dipenjara, saya muak. Saya memilih tidak tau apa-apa.

Saya bukan fans Ahok, karena sepertinya menjadi fans artinya akan buta, mendewakannya seakan dia tak punya salah, mendukungnya tanpa mau mengkritiknya. Saya tidak mau menjadi fansnya, karena saya tahu kekurangan Ahok dan beberapa kebijakkannya tidak saya dukung.

Namun dia orang baik. Dia juga pemimpin yang terbaik yang pernah saya rasakan. Dia terbukti membuat perubahan yang berarti bagi seluruh rakyatnya, mau untuk si kaya maupun untuk wong cilik. Jadi wajar saja jika kita bersedih, mengapa orang seperti dirinya harus dihukum atas ucapannya yang tidak salah? Wajar saja kita belum bisa move-on, karena ada ketidakadilan yang nyata di depan mata, ketidakadilan yang mengorbankan orang baik, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa. Hati nurani serasa diinjak-injak dan rakyat yang selama ini dikenal kuat itu akhirnya menjadi powerless. Saya pun memilih untuk membentengi diri dari pembahasan politik.

Setahun waktu yang lama untuk memahami bagaimana rasanya hidup tanpa peduli politik, hanya memikirkan diri sendiri: bekerja, hang-out, berlibur, belanja, membaca novel, hingga pergi tidur sambil memikirkan banyak hal selain negara. Bapak dan ibu saya sering membahas politik dan saya selalu meminta mereka untuk tidak membahasnya di depan saya. Selama setahun ini saya menikmati kehidupan itu.

Tapi itu bukan saya. Setelah setahun saya paham, saya tidak merasa hidup jika tidak mempedulikan apa yang ada di sekitar saya, apa yang terjadi di negara ini. Rasanya aneh dan kosong. Tahun ini saya ingin peduli lagi, bersuara lagi, menulis lagi, dan berbuat sesuatu lagi. Walaupun itu semua bisa membuat saya tidak bisa tidur saking muaknya dengan kelakuan para politikus, namun itu adalah saya. Dan menjadi diri sendiri adalah hal yang ternyaman dalam hidup ini. So hello there, I'm back.

Yoel.jpeg

PS: Thank you, Yoel. Your comment always gives me spirit to write again.