"Dian kerja dimana? Itu untuk apa?"

Banyak yang tanya saya sekarang bekerja dimana. Saat saya jawab saya bekerja di Amnesty International Indonesia, tidak sedikit yang kemudian bertanya, "Oh pajak ya?" Rupanya masyarakat Indonesia banyak yang tidak tahu mengenai organisasi hak asasi manusia (HAM) terbesar di dunia sejak 1961 ini.

Tak hanya sebuah organisasi, Amnesty International juga sebuah gerakan masyarakat sedunia untuk menjadi teman dan pendukung bagi orang-orang yang diambil haknya secara tidak adil. Dari seorang petani yang dirampas lahannya dan dipenjara karena melakukan aksi penolakan, teman-teman Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender yang ditangkap dan dilecehkan oleh polisi, hingga Ahok yang dipenjara karena menyuarakan pendapatnya. Mereka semua ditangkap, dipenjara, dan dihukum karena menjadi diri mereka sendiri. Hanya karena menjadi diri sendiri. Hari ini mereka yang menjadi korbannya. Amnesty hadir untuk mengumpulkan dukungan, membantu masyarakat menggerakkan aksi peduli, dan berusaha bersama-sama menghentikan ketidakadilan. Ini lah yang menjadi kepedulian dan gerakan utama Amnesty International. Atau paling tidak kita memastikan para korban tidak merasa sendiri dan merasa bersalah menjadi diri sendiri.

Banyak yang pasti berfikir sudah ada orang lain yang sudah berbuat sesuatu untuk melawan ketidakadilan. Tapi bagaimana jika tidak ada? Atau banyak yang tidak peduli dengan kasus-kasus ketidakadilan karena jauh dari kehidupan kita sehingga tak tau apa gunanya untuk peduli. Tapi saya tahu dan kenal banyak orang yang bergerak tanpa menunggu orang lain. Saya juga tahu dan kenal banyak orang yang peduli tanpa harus menjadi korban. Itu karena mereka tahu dan jika kita tau saya yakin kita akan peduli. Seperti kata nenek moyang: tak kenal maka tak sayang. Jika kamu kenal masalah HAM, maka kamu akan sayang dan kamu akan peduli. Maka ini lah video agar kita semua tau dan peduli: