Cover Buku OC Kaligis Mencuri Desain Andrew Anti-Tank?

Tanggal 28 September 2011 kemarin, saya mendapatkan berita: cover buku OC Kaligis yang berjudul "Korupsi Bibit-Chandra" tanpa ijin memakai desain milik teman saya, Andrew dari Anti-Tank Project. Berita lebih lengkap disini.
Tentu Andrew langsung membuat pengumuman di postingannya ini. Dalam postingannya itu, ia berkata, "saya yakin 100% bahwa gambar yang digunakan untuk cover/sampul buku tersebut adalah gambar yang sama, dengan karya gambar milik saya, walaupun ada beberapa modifikasi/perubahan minor pada warna, teks dan unsur visual lainnya."
Ia juga menambahkan, "saya sama sekali tidak pernah membuat cover/sampul buku OC Kaligis yang berjudul ‘Korupsi Bibit-Chandra’, dan saya tidak pernah melakukan hubungan apapun hingga hari ini, baik dengan penerbit ataupun sang penulis buku yang bersangkutan tentang cover/sampul buku tersebut. Maka apapun isi dari buku tersebut tidak ada hubungannya/sangkut pautnya dengan saya pribadi ataupun dengan Anti-Tank."
Saya pribadi membaca pengumuman ini tidak melihat adanya indikasi Andrew akan menuntut OC Kaligis atau penerbit buku tersebut. Namun saya sangat yakin, Andrew menulis pengumuman ini untuk mempertegas bahwa desain itu miliknya dan dia tidak mendukung isi dari buku tersebut. Tentu saja. Karena Andrew membuat desain tersebut untuk kampanye pembebasan Bibit-Chandra tahun 2009. Lalu dengan desain yang 99% sama, OC Kaligis memakainya untuk buku berjudul "Korupsi Bibit-Chandra" Benar-benar dua hal yang berbeda dengan desain yang sama.
Adapun beberapa pihak yang menyalahkan Andrew karena Andrew telah mengijinkan siapapun untuk mendownload desain tersebut secara gratis. Akan tetapi, Andrew hanya membolehkan desain itu untuk kampanye yang sama, bukan untuk yang bertentangan dengan kampanyenya, apalagi untuk kepentingan komersil. Toh jika memang Andrew membolehkan desain ini untuk dipakai siapapun, dengan kepentingan apapun, tetap saja seharusnya penerbit buku OC Kaligis tersebut meminta ijin jika ingin mengubah warna desain, mengubah makna desain, hingga menghilangkan logo Anti-Tank.
Menanggapi hal ini, OC Kaligis menyuruh Andrew melaporkannya pada polisi. Ia mengaku hanya disodori desain oleh penerbit lalu ia memilih desain itu. Mungkin saja dalam masalah ini, yang bertanggung jawab adalah pihak penerbit, yaitu Indonesia Against Injustice. Namun yang saya sayangkan, OC Kaligis berkata pada wartawan Detik, "Kenapa baru sekarang? Enggak penting." Seorang pengacara sekelas beliau mengatakan masalah seperti ini tidak penting? Wawancara bisa dibaca disini.
Buku memang sudah terbit sejak Maret 2010, sehingga masalah ini seperti datang terlambat. Namun jika kita membaca pengakuan Andrew, maka dapat dimaklumi, Andrew baru mempermasalahkannya sekarang karena dia juga baru menyadarinya. Seperti yang Andrew tulis di postingannya. Lagipula, buku diterbitkan tanggal 29 maret 2010, lalu Andrew membuat pengumuman tanggal 1 April 2010. Tidak berselang lama setelah buku diterbitkan. Hanya saja mungkin masalah ini terdengar publik baru sekarang.
Saya kenal Andrew saat saya membuat kampanye Mengenang Munir tahun lalu. Saya ijin memakai desain Munir-nya dan dengan senang hati ia mengijinkannya. Dia dengan Anti-Tank Project-nya sering membuat kampanye yang positif dengan karya-karyanya yang menakjubkan. Beberapa desainnya ia cetak untuk ditempelkan di beberapa sudut Jogja. Dengan masalah ini, saya dengan senang hati membantu menyebarkan dan mendukungnya agar ia terus berani memperjuangkan haknya. Maju terus Andrew, jangan takut. We are with you.