Tips

Ciri Akun Twitter dengan Followers Palsu

Followers palsu adalah followers yang didapatkan bukan karena para pengguna Twitter memang sengaja follow, tetapi karena rekayasa. Pasti banyak dari teman-teman pernah heran, kenapa pemilik akun X yang tak pernah terdengar nama akunnya, bukan dari kalangan seleb, atau organisasi terkenal bisa memiliki followers belasan hingga puluhan ribu?

Sejauh yang saya tau, ada 2 cara yang dapat dipakai dalam merekayasa jumlah followers. Yang pertama menambah followers dengan akun robot alias BOT. Akun BOT ini tak memiliki tuan, karena dibuat sebanyak-banyaknya secara bersamaan oleh seseorang dalam satu waktu. Jika ribuan hingga jutaan akun BOT itu sudah jadi, selanjutnya akun-akun BOT itu dibuat mem-follow suatu akun. Jadilah suatu akun itu terkesan difollow banyak pengguna Twitter. Proses ini mudah sekali, hanya perlu ketelatenan dan kesabaran. Kekurangan merekayasa dengan cara ini adalah setiap pertengahan tahun, pihak Twitter bersih-bersih akun. BOT yang ketahuan oleh Twitter akan dihapus. Sehingga akun yang selama ini di-follow BOT akan keliatan tiba-tiba followers-nya berkurang drastis.

Cara kedua yaitu memaksa akun-akun yang bertuan untuk memfollow suatu akun yang tak dikenal. Pernah kan kita merasa tak pernah memfollow orang tapi tiba-tiba orang ini ada di timeline kita? Saya pernah tiba-tiba memfollow seorang cowok dari Meksiko. Karena saya bingung dia siapa, maka saya unfollow dia. Nah inilah kekurangan merekayasa jumlah followers dengan cara ini, karena jika ada yang sadar memfollow seseorang yang tidak mereka kenal, maka akan di-unfollow. Namun saya tak tau persis bagaimana proses rekayasa dengan cara ini.

Postingan ini bukan untuk mengajari cara merekayasa jumlah followers, tetapi share cara mudah mengidentifikasi akun yang merekayasa jumlah followers-nya. Karena saya hanya tau cara merekayasa jumlah followers dengan BOT, maka saya hanya bisa share cara mengidentifikasi followers BOT. Berikut salah ssatu akun yang saya yakini 16,000-an followers-nya BOT. Tak perlu saya sebutkan siapa, namun saya hanya mengambil beberapa contoh followers-nya:

Ada lagi sebuah akun anonim yang lumayan sedang naik daun tetapi 13,000-an followers-nya BOT. Ini contoh followers-nya:

Bagaimana mengetahui followers di atas adalah palsu alias BOT?

  1. Followers selalu orang asing.
  2. Jika dibuka timeline followers-nya, semuanya memiliki jumlah tweets 0.
  3. Jika dibuka profile followers-nya (seperti pada Uber Social), akan ada info tanggal pembuatan akun tersebut, dan semua akun di atas dibuat pada tanggal yang sama. Seperti ini:
  4. Followers model ini selalu berturut-turut dan tak ada followers asli di antara mereka. Jadi followers BOT selalu tak terpisahkan satu sama lain.
  5. Biasanya setiap pertengahan tahun, akun ber-followers BOT banyak di-unfollow followersnya.
  6. Perlu diingat, kadang akun ber-followers BOT tidak ketahuan karena sudah tertutupi dengan followers baru yang asli. Jika memang penasaran apakah seseorang ini followers-nya banyak yang BOT atau tidak, maka telaten saja membuka semua followersnya. Kadang ada yang di-scroll ke bawah langsung ketauan, kadang ada yang harus berkali-kali scroll ke bawah baru ketauan.

PS: Jika ada yang memiliki info lebih, please share!

Tips Menahan Rasa Sakit

Waktu saya SD kelas 5, masih doyan main kejar-kejaran sama temen-temen sekelas. Suatu ketika saya jatuh dan kaki saya babak belur, lukanya besar dan sangat perih. Setiap hari mama selalu meneteskan obat anti infeksi ke luka saya itu. Wah rasanya pengen nangis saking sakitnya. Lalu saya berfikir, mungkin saya kesakitan karena otak saya hanya fokus pada rasa sakit pada luka itu. Lalu saya berusaha memikirkan pipi saya, jemari tangan saya, lidah saya, jempol kaki saya, hingga mata saya. Dan memang benar, saya tidak merasakan sakit lagi, dan bahkan... Saya jadi suka rasa perih. :|

Lalu sekarang, setelah saya lebih dewasa, luka tidak lagi secara fisik namun juga pikiran dan hati. Tentu saya punya beberapa masalah hidup yang membuat saya tidak bisa tidur. Tapi saya teringat pelajaran untuk bertahan dari rasa sakit saat saya masih kecil dulu itu, saya tidak boleh terlalu fokus pada rasa sakit. Maka saya berusaha mengingat hidup saya, bahwa saya punya rencana hang out sama sahabat-sahabat saya, saya punya tugas bikin essay, saya punya janji membuatkan power point untuk bos saya, saya harus mengantarkan ibu saya ke supermarket, hingga memikirkan betapa lucunya kucing dan anjing saya di rumah. Ternyata beberapa masalah yang sedang saya risaukan dan sedihi menjadi tak begitu sakit setelah mengingat hidup saya secara lebih luas lagi.

Maka dari itu saya sadar dan ingin membagikannya kepada teman-teman disini, bahwa memiliki masalah itu memang tidak bisa dianggap enteng, tetap harus dipikirkan dan diselesaikan, hanya saja jangan terlalu fokus dalam merasakan sakitnya. Coba melihat hidup anda in bigger picture, bahwa anda memiliki sesuatu yang lain sehingga masalah anda itu tidak begitu besar untuk disesali dan dimurungi. :)