Belajar Darinya

Saat kita harus memilih, dia selalu percaya dan menyukai pilihanku.

Saat berbagi makanan, dia selalu memberikan bagianku lebih banyak dari bagiannya.

Saat aku termenung berfikir sesuatu, dia selalu khawatir dan bertanya, "kenapa, sayang?"

Saat aku kesulitan --entah hanya kesulitan membuka tutup botol- dia tau dan langsung meraih botol itu untuk membukakannya untukku.

Saat aku sibuk bersenang-senang dengan pekerjaan atau teman-temanku, dia bangga dan tak pernah mengganggu kesenanganku.

Saat aku dihimpit deadline dan tugas, dia datang membawakan sebuah buku catatan. Katanya untuk mencatat deadline, jadwal, dan tugasku agar tidak ada yang terlupakan.

Saat semua orang seperti bosan dengan cerita-ceritaku, dia masih saja mendengarkan dengan antusias.

Saat dia hendak memilih jalan hidupnya, dia selalu memikirkan dampaknya padaku. Dia takut aku sedih dan kecewa.

Saat dia berkata tidak, aku akan kaget, dia nyaris tidak pernah berkata "tidak" kepadaku.

Saat dia membuat kesalahan, dia sangat bersalah, bertahun-tahun meminta maaf, bertahun-tahun berusaha agar aku melupakannya, bertahun-tahun itulah dia tidak mengulanginya lagi.

Itulah dia. Selalu ada membantuku, menemaniku, dan menjaga hatiku. Aku harus belajar darinya. Kita semua harus belajar darinya, menjadi seorang penyayang yang tulus.

Tuhan, betapa beruntungnya aku :')