Ayo Turun Tangan Lagi

Apa yang terjadi di pilpres kali ini sungguh di luar tradisi. 9 Juli dinanti tetapi kita harus menunggu 22 Juli untuk mendapatkan hasil resmi. Padahal biasanya, di hari mencoblos, di hari itu pula kita mengetahui siapa pemenangnya lewat quick count. 

Namun karena calon yang kalah tidak mau mengakui kekalahannya, kita harus mengalah dan menunggu pengumuman resmi dari KPU. Hal ini tidak begitu saja membuat kita bersantai dan sepenuhnya percaya hasil resmi KPU nanti. Kita justru takut adanya kemungkinan suara kita dimanipulasi di real count nanti. Akhirnnya kita, khususnya anak muda, turun tangan lagi.

Cek C1 di Website KPU

Walaupun tradisi pilpres kali ini harus berubah karena harus menunggu hasil resmi, namun di pilpres kali ini kita dapat turut serta mengawasi kinerja KPU menghitung semua suara agar jauh dari kecurangan.

Melalui website KPU (buka: http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php), KPU menampilkan tiap hasil scan lembar C1 (lembar hasil perhitungan suara) dari tiap TPS di Indonesia. Masyarakat dapat membuka dan mengeceknya kapan saja.

Usaha KPU ini memungkinkan kita untuk turut mengawasi apakah lembar C1 tiap TPS itu wajar. Jika kita menemukan C1 yang tidak wajar, kita dapat langsung melaporkannya ke KPU atau Bawaslu. Kedunya dapat memprosesnya atau membuat klarifikasi di media.

Kita patut mengacungi jempol pada kerja keras KPU. KPU telah menunjukkan keseriusan mereka dalam bersikap adil. Dengan bantuan masyarakat, mereka berjuang untuk mendapatkan hasil yang semurni mungkin. Usaha ini juga menyelamatkan KPU dari pihak yang ingin curang, karena kecil kemungkinan mereka bisa melakukan kecurangan.

Kumpulkan Temuan

Adanya website KPU yang menunjukkan lembar C1, kita menemukan banyak ketidakwajaran. Maka semua temuan itu dikelompokkan oleh kakak saya, Herman Saksono, di website ini: http://c1yanganeh.tumblr.com/

Walaupun namanya lucu (C1 yang Aneh), tetapi dengan serius kakak saya meluangkan waktunya untuk mendapat tiap laporan ketidakwajaran. Tiap ada laporan ke email, ia cek terlebih dahulu ke website KPU, lalu kemudian ia publish di website C1 yang Aneh. Rata-rata laporan menunjukkan lembar C1 yang masih kosong namun sudah ditanda tangani petugas TPS atau jumlah perhitungan yang tidak wajar dan mencurigakan. Website ini bertujuan agar kita selalu waspada terhadap banyaknya kecurangan perhitungan suara. 

Rekapitulasi Suara

Hebatnya, kekhawatiran juga membuat teman saya, Mas Suprie Anto dan kawan-kawan agar suara tidak dimanipulasi. Ia melakukan rekapitulasi setiap C1 dari tiap TPS di Indonesia!

Rekap ini ia lakukan bersama teman-temannya yang turut peduli. Sementara hasil masih sedikit karena tenaga yang masih kurang. Hasil rekap C1 tiap TPS ia masukan ke Google Docs agar masyarakat dapat turut mengecek. 

Bagi ada yang tergerak untuk turut membantu Mas Suprie dan kawan-kawan, silahkan cek caranya disini atau hubungi mereka langsung ke email rekapc1pilpres@gmail.com.

Laporkan Temuan

Walaupun sudah dikelompokkan dan bahkan direkap, namun kita harus bersama-sama melaporkan sendiri setiap temuan ketidakwajaran C1 ke pihak berwenang. Pelaporan temuan ketidakwajaran C1 bisa dikirimkan ke Facebook resmi KPU yaitu: https://www.facebook.com/helpdeskKPU

Jika kita waspada dan bersama-sama peduli untuk mengecek dan mengawasi, kecurangan akan selalu kalah.

Anak Muda yang Hebat

Semalan saya mengobrol dengan seorang teman ibu saya. Setelah panjang lebar berdiskusi mengenai kampanye hingga pilpres, ia berkeluh khawatir jika suara kita dimanipulasi dan menimbulkan kecurangan.

Namun setelah saya ceritakan semua usaha turun tangan dari turut mengecek C1 di web KPU, mengumpulkan C1 yang tidak wajar ke dalam satu website, dan bahkan merekap seluruh hasil C1, ia tersenyum bahagia dan berkata,

 

"wah anak muda jaman sekarang ya... Hebat-hebat! Saya jadi merasa aman..."