Uncategorized

Pengalaman Menyaksikan Final Debat Konvensi Demokrat

Pengalaman Menyaksikan Final Debat Konvensi Demokrat

Hari Minggu, 27 April 2014 lalu, saya mendapat kesempatan untuk hadir menyaksikan Final Debat Konvensi Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta. Saya sungguh excited hingga ada yang bertanya kepada saya, "memangnya apa istimewanya?" Oh banyak. Selain saya jadi bangun pagi di Hari Minggu, saya juga jadi bisa menemui berbagai macam hal dalam acara ini yang tidak diliput di tv. Hal baik maupun hal buruk.

Suasana hotel pagi itu penuh sesak seperti suasana konser musik. Tidak anggun, tidak seperti sebuah acara penting. Mungkin karena terlalu banyak supporter. Walau setiap kandidat hanya memiliki 50 kursi untuk supporter, namun banyak tim sukses kandidat yang memasukkan supporter lebih dari 50. Hasilnya banyak supporter yang berdiri dan ramai. Butuh waktu beberapa lama untuk meminta dan bahkan menertibkan para supporter yang berdiri di tengah-tengah untuk mundur dan tidak berisik. Entah kenapa mereka yang tidak memiliki tempat duduk tidak dipersilahkan keluar saja.

Read More

Review Film: Make Money

Sulit mempercayai film Indonesia, apalagi film yang tidak diadaptasi dari novel ternama atau sejarah. Biasanya film Indonesia yang tidak diadaptasi itu memiliki alur cerita yang tidak karuan dan mudah ditebak. Detail penting tidak diceritakan secara jelas, namun detail tidak penting sering muncul dan membosankan. Lokasi adegan juga kadang tidak seperti di Indonesia atau tidak sewajarnya yang ada di Indonesia. Karakter hanya dimiliki oleh pemain utama, sementara pemeran pembantu tidak dipedulikan. Apalagi beberapa sutradara tidak mampu memberikan arahan bagaimana aktor harus bersikap sewajarnya saat kaget, marah, senang, atau bahkan saat mendengarkan lawan mainnya berbicara. Dari hal-hal dasar semacam itu, kebanyakan film Indonesia masih gagal. Itulah mengapa saya sering malas nonton film Indonesia. Sorry. Tapi jika film itu bagus, saya rela nonton di bioskop hingga lebih dari 2 kali.

Tapi hari ini dengan berbagai alasan, saya jadi nonton Make Money. Alasan utama menonton film ini karena mengetahui Pandji Pragiwaksono adalah pemain utama. Seperti biasa, saya sudah underestimate duluan. Ah paling film komedi Indonesia yang nggak jelas seperti biasanya. Tapi saya salah. Eh bahkan salah banget.

Make Money menceritakan tentang bagaimana kita menghargai uang dan cara mendapatkannya. Ada yang bilang karakter film ini seperti karakter film Adam Sandler. Saya setuju. Bukan meniru tetapi film ini memiliki jenis cerita yang sama dengan film-film Sandler. Dimana tokoh utama mendadak mendapat masalah dan berusaha menyelesaikannya walaupun banyak hal aneh yang harus dilalui. Benar kata Pandji, "enggak usah nyari pelajaran apa yang bisa diambil dari film ini. Anggap saja kalian lagi piknik. Senang-senang saja." Yup! Pelajaran hidup dalam film ini sudah sering kita dengar. Namun film ini mampu membuat suatu pelajaran hidup sederhana menjadi sebuah cerita rumit yang kocak dan tidak terduga.

Berulang kali saya membisiki teman saya, "ternyata bagus ya" atau "hah trus nanti gimana dong?" Ada beberapa adegan yang bikin saya terpingkal-pingkal seperti adegan laba-laba atau bikin nggak tega melihat adegan Putut (Albert Halim) minum dari gelas Odi (Ence Bagus). Saya sangat terhibur. Film ini berhasil membuat cerita yang menarik dan mengejutkan namun dikemas seperti kehidupan nyata di Indonesia. Semua pemain memainkan perannya dengan sederhana tapi itulah yang seharusnya. Seperti Pandji yang menjengkelkan, Putut yang gay, Ernest Prakasa yang tadinya teman baik jadi jahat, Ucok Baba yang bossy, dan Pak Yadi (Tarzan) yang pikun. Karakter mereka kuat namun akting mereka tidak berlebihan. Jokes dan kejutan dalam film ini pun baru dan belum pernah saya temui dalam cerita manapun. Apalagi ditambah lokasi-lokasi adegan yang terasa tak asing di sekitar kita. Dari semua kesederhanaan dan kejutannya membuat film ini menjadi apik dan menyenangkan. Seperti piknik di tempat asik yang sayang untuk dilewatkan. Apakah saya mau menonton lagi? Tentu saja!

Memaknai Rambut di Dove Sisterhood

Rambut adalah bagian terpenting dalam kecantikan. Bagaimana jika kita membayangkan ada seorang perempuan dengan kaos dan celana pendek tidak matching, kulit berkeringat, wajah tanpa make-up, dan wajah bete nggak punya duit? Pasti tidak menarik. Tapi jika rambutnya rapi, mengembang indah, terlihat mudah diatur, dan bersih, dia akan tetap terlihat menarik. Pasti. Sebaliknya, jika ada seorang perempuan dengan baju pesta cantik, kulit bersih, make-up menawan, wajah ceria, tapi rambut lepek dan terlihat kotor, pasti level menariknya turun 5 point dari 10 point. Sebagian besar perempuan sudah memahami ini sehingga mereka banyak menghabiskan uangnya untuk ke salon, merawat rambutnya atau sekedar cuci blow agar rapi dan indah. Maklumilah. :D

Namun kadang perempuan ingin melakukan hal-hal yang instant. Ingin rambutnya beda, lalu diluruskan atau diwarnai. Ingin rambutnya rapi, di-blow atau dicatok. Ingin rambutnya sehat, tapi malas merawatnya lalu hanya memakai conditioner. Perawatan dan penataan rambut yang instant tentu saja memiliki efek samping, yaitu kerusakan rambut. Pengennya jadi indah, tapi malah merusak. Kan ironis.

Minggu 5 Mei 2013 kemarin Dove dan Majalah Cosmopolitan mengadakan acara Dove Sisterhood di Jogja. Banyak perempuan dari berbagai kalangan diundang untuk hadir merayakan kepedulian kita terhadap rambut. Selain informasi tentang rambut dan perawatannya, acara ini juga memberi inspirasi dari 2 pembicara sukses yaitu Nonita Respati dan Ayu Dyah Pasha. Sebelum acara dimulai, para peserta dan tamu undangan dipersilahkan mencoba hair checkHair check ini untuk menilai bagaimana kualitas rambut kita, apakah sehat, rusak, atau mengkhawatirkan. Hasilnya? Banyak yang kaget karena ternyata rambutnya rusak. Hehehe.

 

Setelah hair check peserta dan tamu undangan dipersilahkan mengikuti talkshow bersama Nonita Respati, seorang desainer dan pengusaha dalam bidang fashion dan kuliner yang sukses dan inspiratif. Sebagai perempuan yang sukses, ia menjadi memiliki jiwa yang percaya diri. Meyakini dirinya sendiri lalu percaya bahwa dirinya bisa menjalani mimpinya dengan usaha-usahanya. Sehingga terciptalah produk fashion batik PURANA dan tempat kuliner Lesehan Mbok Ndoro.

Namun bagaimana menjadi jiwa yang percaya diri seperti Nonita? Talkshow kedua menghadirkan Ayu Dyah Pasha, seorang motivator yang sukses memotivasi kita agar selalu merasa cantik. Bahkan sebelum banyak bercerita dan memotivasi, beliau menayangkan video ini. Bikin nangis.

Video itu menunjukkan realita yang harus dipahami para perempuan. Kadang kita merasa jelek, gendut, hitam, tidak menarik. Tapi ternyata orang lain memiliki pandangan yang lebih positif tentang penampilan kita dibanding pandangan kita sendiri. Lucu ya? Menjadi jiwa yang percaya diri itu lah menjadi sangat penting untuk terlihat cantik. Kata Ayu Dyah Pasha, "kosmetik yang paling cantik adalah senyum tulus dan senyum tulus itu didapat dari jiwa yang percaya diri."

Setelah dibuat terharu, selanjutnya para peserta dan tamu undangan diberi demo mencuci rambut dan menata rambut dengan sehat. Mencuci rambut ternyata jangan digaruk dengan kuku lho. Cukup dengan bantalan jari saja. Sampo diusap di akar rambut dengan bantalan jari, dibilas, dan pastikan hingga bersih. Conditioner tidak usah diusap ke akar rambut, cukup di ujung rambut saja. Gunakan serum-serum untuk mengurangi rambut rontok atau memperbaiki rambut rusak.

Setelah merawat rambut, peserta dan tamu undangna diberi tips cara mengikalkan rambut tampa cantok dan blog panas. Cukup membutuhkan foam, hair dryer angin dingin, dan penjepit rambut aja lho. Jadi setelah rambut dikeringkan setengah kering, usapkan foam ke seluruh rambut, lalu dibari 5 ikat. Seikat rambut dipelintir lalu digulung dan diikat. Setelah semua terpelintir dan terikat, lalu diamkan beberapa menit. Saat sudah waktunya, dibuka dan jadi rambut ikal seperti dicatok! Coba deh! Selain cara mengikal tambut, ada lagi cara mengepang rambut dengan indah. Beberapa peserta baru paham, ternyata gampang banget.

Setelah acara selesai, sebagai tamu undangan, mendapatkan paket ini! Pasti langsung pengen pulang dan cepet-cepet keramas. Terima kasih Dove!

#TwitRadio 14: #SaveKPK #SaveIndonesia

8 Oktober 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-19 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-19 ini kita membahas mengenai gerakan “#SaveKPK #SaveIndonesia.” Bintang tamu kita di studio adalah mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Rimang, dan seorang yang aktif di dunia online atau onlinersArga. Untuk lebih mengetahui gerakan #SaveKPK yang berlangsung di Jakarta, #TwitRadio menghubungi via telepon beberapa orang yang turut bergerak dalam gerakan itu. Antara lain aktivis HAM Usman Hamid, aktivis sosial dari Indonesia Corruption WatchIlliandeta, dan aktivis dari kalangan musisi yang sangat concern dengan isu ini, Glenn Fredly. Namun pada akhirnya Usman Hamid berhalangan untuk kita hubungi. Kami paham betul Usman Hamid sedang sibuk berat mengurusi gerakannya menyelamatkan KPK, dan kami sangat berterima kasih atas semua usahanya. Namun walaupun tidak bisa terhubung dengan Usman Hamid, narasumber yang hadir dan yang ditelpon sudah sangat banyak memberi informasi yang kita butuhkan. Berikut rekaman siaran kami, selamat mendengarkan.

Twitradio 8 okt 2012 "save KPK" by unisi selection
Thank you for listening! (: PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

Bebas Loncat dan Berkomunikasi

Akhir-akhir ini saya jadi seperti jumper. Berpindah-pindah tempat dalam waktu yang singkat. Ke perpustakaan kampus, rapat event sosial, ke perpustakaan Bank Indonesia, bimbingan skripsi, jemput ibu, hang out, hingga ke luar kota demi mendapat data skripsi. Sambil sinting kesana-kemari itu pula sambil saya update tweets, kirim e-mail revisi skripsi, atau update postingan blog seperti ini. Sok sibuk banget, tapi itu kan kerjaannya anak muda jaman sekarang. XD
Well, saya selalu bersyukur hidup di jaman ini, jaman teknologi. Anak muda jaman sekarang sangat terpermudahkan dan bahkan makin terhibur berkat teknologi. Kapanpun dan dimanapun kita butuh teman curhat, info alamat, kirim revisi skripsi, info resep, info jurnal, download data penelitian, bertukar pikiran, hingga sekedar becanda, bisa kita lakukan berkat teknologi.
Sayangnya, karena teknologi itu tidak punya hati, kita sering dibuat kesel. Teknologi sifatnya kaku banget. Kalo pencet A harus A, kalo hang ya hang. Teknologi juga kebanyakan syarat, ya se-simple kalo belum bayar ya ga bisa melakukan apapun. Padahal sering kan kita butuh googling untuk keperluan mendesak. Seperti dulu saya pernah mau presentasi di depan kelas dan mendadak butuh berita terkini terkait presentasi saya, eh pas mau googling, ga ada pulsa. Tamat deh. Si teknologi sih bodo amat, ga mikirin keperluan kita jadi tertunda atau bahkan gagal. Hiks. Dasar teknologi nggak punya perasaan. :’(
Trus kadang rugi juga jadi konsumen yang lugu seperti saya, karena ketidakpahaman soal kuota atau paket-paketnya. Kadang ga tau gimana, tiba-tiba pulsa ludes padahal cuma dipake bentar. Atau tiba-tiba kuota ilang gitu karena barusan memperpanjang masa aktif. Ga tau gimana prosesnya, pokoknya saya rugiiii. Hiks. Walau cuma rugi 3 - 5 ribu rupiah, tapi kalo berkali-kali kan sayang juga. Duit ortu tuh. :’( Dulu sih masalah ini nggak terlalu penting bagi kelangsungan hidup saya (cih). Tapi sekarang, karena terlalu sering mobile, berarti saya betul-betul membutuhkan mobile internet. Tapi itupun saya juga butuh layanan yang manusiawi, yang punya perasaan sama saya.
Akhirnya saya mendapat info ada provider yang memungkinkan kita mengakses Kompas.com, Vivanews.com, Detik.com, Okezone.com, Kaskus.com, hingga Google.com walau pulsa sudah habis! Wow! Bahkan katanya tetap bisa membuka Facebook dan memakai eBuddy untuk keperluan messenger. Gratis dan tetap pada kecepatan yang sama. Wooooowwwww! Tentu saya jatuh hati pada penawaran itu dan mencobanya.
Nah pertama saya ingin mencoba efek memperpanjang paket. Awalnya saya mencoba paket untuk 6 bulan ke depan. Setelah dipakai, saya perpanjang paket dengan menambah paket 12 bulan. Ternyata sisa paket 6 bulan yang masih ada itu tetap ditambahkan dengan paket tambahan 12 bulannya. Paket masa aktif terakumulasi, jadi paket sisa tidak mubazir. Yayyy!
Lalu setelah pulsa saya habis, (ini yang saya tunggu-tunggu) langsung saya coba Kompas.com, Vivanews.com, Detik.com, Okezone.com, Kaskus.com, Google.com, Facebook bisa diakses nggak. Dan jrengggg... Tanpa pulsa situs-situs tersebut tetap bisa diakses asal masa pakai internet kita masih berlaku. Dan benar, kecepatan mengaksesnya masih full speed. :O Jadi kalo ga punya duit beli pulsa, ya masih bisa terhibur baca-baca berita di Kompas, Kaskus, Vivanews, Facebook-an, transfer di KlikBCA.com, atau messenger-an lewat e-Buddy! Hohoho.
Dari murah, tak kehilangan kuota paket, sampai bisa akses situs penting full speed tanpa pulsa. Hmmm, I was wrong. Teknologi ada juga yang punya perasaan. Kegiatan sinting saya yang loncat kesana-kemari semakin bebas dan sesuai kebutuhan. Kebebasan tanpa syarat itu adalah PakeTri Always On.

Cerita Gambar: Keep Calm and Carry On


Keep Calm and Carry On adalah poster yang diproduksi oleh pemerintah Inggris pada tahun 1939 pada awal Perang Dunia Kedua. Poster ini dimaksudkan untuk meningkatkan moral dan semangat masyarakat Inggris dalam menghadapi masa perang.
Amazingly, 73 tahun design-nya belum basi. Bahkan pada tahun 2000, beberapa produk seperti baju, mug, dan merchandise terinspirasi design ini hingga sekarang.


Juni 2012 nanti, Olimpiade akan dilaksanakan di London, Inggris. Sebagai tuan rumah, Inggris menciptakan logo Olimpiade 2012 seperti di atas. Banyak yang tidak menyukai logo ini. Ada pula yang melihat logo ini seperti atlit judo yang lututnya lecet keseleo. Sebuah logo yang aneh dan di luar nalar kita. Tapi apakah design Keep Calm and Carry On dipandang sama anehnya oleh orang-orang di masa itu, seperti kita memandang aneh design logo Olimpiade 2012? Mungkin saja. Kalo melihat pergerakan seni Inggris yang progresif, sepertinya justru kita yang ketinggalan jaman. Seniman Inggris selangkah lebih maju dan terbukti mampu membuat design-nya tidak basi dalam waktu puluhan tahun.

Pets Adoption Night 30 May 2012

Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Pets Adoption Night akan diselenggarakan tiap bulannya. Maka setelah bulan April lalu, bulan Mei ini kami kembali menggelar acara kampanye sosial untuk mengadopsi binatang peliharaan ini lagi, yaitu pada:

  • Hari Rabu, 30 Mei 2012
  • Pukul 18.30 - 21.30 WIB
  • Diadakan di Garden Juice, Jalan Kaliurang Km. 5 Blok C No 26, Pogung Baru, Jogja (denah tertera di bawah)
  • Masuk GRATIS!

 

Acara ini bermaksud untuk mengkampanyekan pentingnya peran para pecinta binatang agar lebih memilih mengadopsi binatang peliharaan daripada membelinya. Munculnya binatang terlantar adalah akibat dari over populasi. Salah satu penyebab over populasi adalah breeder yang terus menerus mengembangbiakkan hewan peliharaan untuk dijual ke masyarakat, tanpa memikirkan dampak kesejahteraan binatang tersebut dalam jangka panjang.

Dalam acara ini akan ada dua komunitas pecinta binatang yang menceritakan pengalaman menyelamatkan binatang terlantar atau tersiksa, tanya jawab dengan Drh. Aniq, live acoustic dari Dharma Music, Widi Band, Bala-Bala, dan stand-stand yang menawarkan adopsi dari Animal Friends Jogja dan Shelter Meces.

Kami mengundang seluruh pecinta binatang untuk datang, meramaikan acara ini, dan membuat kampanye ini berhasil. Sebagai pecintai binatang, maka kita harus peduli dan turut berkontribusi melindungi kesejahteraan binatang. Semoga bersama-sama kita berhasil. See you there!

More Info: Twitter: @petsmovement Website: petsmovement.wordpress.com Email: petsmovement@gmail.com

Denah Lokasi:

Tifatul Sembiring dan "Alhamdulillah"-nya

"Manajemen Lady Gaga memastikan untuk membatalkan konser di Jakarta karena alasan keamanan," kata Minola Sebayang, Kuasa hukum Big Daddy - promotor yang mendatangkan Lady Gaga. Berita ini bisa dibaca di BBC dan Tempo. Ya, karena alasan keamanan, Lady Gaga membatalkan konsernya di Indonesia.
Menanggapi berita tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengirimkan tweet berbunyi:

Tentu banyak yang sakit hati dan protes karena tweet beliau. Saya sebatas sakit hati namun tidak merasa perlu protes. Namun kemudian dia mengirimkan tweet lagi berbunyi:

Seorang menteri, apalagi menteri informasi, telah mengucapkan syukur karena Lady Gaga batal konser di Indonesia. Padahal pembatalan konser karena Indonesia dianggap tidak aman. Tapi beliau tidak sadar apa yang salah dari tweet-nya. Semua orang berhak mendapatkan informasi, bahkan seorang menteri informatika sekalipun. Maka agar Tifatul Sembiring mendapat informasi yang mungkin tidak diketahuinya, saya beri tahu beliau:

  Lalu beliau menjawab:

Polemik selesai dan damai tapi ada yang kalah karena ancaman kekerasan dan ketidakamanan. Penyelesaian polemik ini adalah bentuk dari perdamaian negatif. Masalah memang selesai, namun permusuhan antar masyarakat dan tekanannya masih ada. Dalam perdamaian positif, masalah selesai dibarengi dengan hubungan antar masyarakat menjadi positif dan tidak ada tekanan. Mungkin Pak Tifatul tidak tau.
PS: Maaf, yang komennya keluar konteks atau justru membahas personal saya, tidak saya balas ya.

Selamat Ulang Tahun Alm. Eyang Kasmat Bahoewinangoen

Hari ini eyang kakung saya, Kasmat Bahoewinangoen berulang tahun. Jika ia masih hidup, ia berumur 104 tahun. Dia adalah satu satu role model hidup saya. Memiliki jabatan dan sejarah hidup yang hebat tak membuatnya menjadi orang yang kaku. Ia masih tetap konyol dan lovable dalam kehidupan sehari-harinya. Saya ingin seperti dirinya.
Menurut Kotagede Ensiklop, eyang adalah tokoh kemerdekaan dan nasional. Ayah eyang seorang abdi dalem Kasultanan Yogyakarta, sedang ibunya seorang pengusaha emas dan intan terkenal di Kotagede. Dibesarkan di Kotagede, dididik guru mengaji Kyai Ibrahim, eyang kakung Kasmat sempat mengenyam sekolah Kristen milik Belanda, sebelum masuk ke Sekolah Kehakiman di Jakarta. Eyang bekerja sebagai Panitera di Pengadilan Negeri, dan setelah ditempatkan di beberapa daerah, meneruskan studi ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, dan Fakultas Hukum Universitas Leiden Belanda, hingga meraih gelar Mr. (Mister) tahun 1943.

Eyang kakung Kasmat pernah menjadi Wakil Ketua PSSI, anggota pengurus besar Muhammadiyah, dan juga anggota pengurus besar Partai Islam Indonesia. Selain itu, eyang juga menjadi anggota delegasi Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) di Jepang. Bersama dengan Kahar Muzakkir dan Faried Ma’roef ditangkap oleh Belanda pada masa Perang Dunia II karena dituduh mengadakan gerakan untuk menggulingkan pemerintahan Belanda. Mereka bertiga dijatuhi hukuman mati, tapi berhasil selamat karena pemerintah Belanda dijatuhkan oleh Jepang. Atas jasa eyang, pemerintah Indonesia penghargaan sebagai salah seorang perintis kemerdekaan.
Sejak tahun 1960-1963, eyang kakung Kasmat menjadi Rektor UII, setelah sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas UII. Eyang menggantikan Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir sebagai rektor pada tahun 1960. Eyang menduduki jabatan itu dalam waktu relatif pendek yakni hanya sekitar tiga tahun, tetapi dalam kepemimpinannya berhasil membawa UII berkembang lebih maju dengan dibukanya Fakultas Syari'ah dan Tarbiyah, cabang UII di luar Yogyakarta, dan diperolehnya status bagi fakultas-fakultasnya. Fakultas Syari'ah dan Tarbiyah dibuka pada tahun 1961 dan 1962 sebagai pengganti Fakultas Agama UII yang pada tahun 1950-an diambil alih oleh Departemen Agama.
Dengan seluruh hal yang pernah eyang capai dan jabati, eyang berbeda saat di rumah. Lebih tepatnya eyang konyol, lucu, aneh, tapi lovable. Cerita-cerita mengenai eyang banyak saya dengar dan baca dari berbagai orang yang pernah mengenalnya. Seperti pernah saat di Leiden, Belanda, ia dan teman-temannya mengerjai noni-noni Belanda dengan menyamar menjadi anak kecil. Tinggi badan orang Indonesia termasuk sangat pendek sehingga banyak orang Belanda mengira mereka masih SD. Karena itu mereka justru mengerjai noni-noni Belanda dengan berpura-pura menjadi anak kecil menangis di pinggir jalan karena mau pipis. Saat ada noni Belanda membantu dan membuka celananya, tentu si noni kaget dan teriak karena untuk ukuran anak kecil, burungnya terlalu besar. Eyang dan teman-temannya memang jahil sekali.
Eyang kakung sangat mencintai eyang putri saya, eyang putri Siti Habibah. Eyang putri adalah bunga Jogja pada jamannya karena sangat cantik. Pada masanya, perjodohan masih lazim. Eyang putri dijodohkan dengan eyang kakung. Sebelum eyang kakung melamar eyang putri, ada 3 laki-laki yang lebih dulu melamarnya. Walau ketiga lelaki itu dari kaum bangsawan tapi oleh kakak tertua eyang putri tidak ada yang diterima. Eyang Kasmat lah yang diterima, karena latar belakang pendidikannya yang tinggi. Mendengar cerita ini saya bangga sekali. Ternyata saya memang terlahir dari keluarga yang menomor satukan pendidikan. Jadilah eyang kakung menikahi eyang putri.
Memiliki istri yang cantik menjadikan eyang kakung termasuk sosok suami takut istri. Walau eyang putri cantik, tapi ia galak sekali. Hehehe. Pernah suatu ketika eyang kakung mencat mobilnya dari warna merah menjadi putih lalu memamerkannya kepada eyang putri. Melihat hasilnya, eyang putri marah sekali dan tidak mau naik mobil itu jika tidak diubah dengan warna yang asli. Ini bukan karena eyang putri pilih-pilih tapi karena eyang kakung mengecat mobilnya dengan jarinya! Hahaha. Karena eyang putri marah dan tidak mau naik mobil itu lagi jika tak diubah ke warna aslinya, eyang kakung pun mengecatnya kembali ke warna merah, tetapi lagi-lagi dengan jarinya. :D
Namun pernah suatu ketika eyang kakung tak peduli jika eyang putri marah, yaitu saat eyang memberikan jaket bulu asli dari Jepang milik eyang putri ke seorang perempuan yang kedinginan di pinggir jalan. Ia tak peduli harga jaket bulu itu, dari mana jaket itu, atau bagaimana jika istrinya marah, yang eyang pedulikan nasib perempuan yang kedinginan itu. Saya selalu mengenang cerita ini untuk dijadikan contoh hidup dalam memilih prioritas dalam hidup.
Sayangnya saya tak banyak mengenal eyang. Pendengaran dan pengliatannya sudah terganggu sejak saya lahir. Tapi saya masih ingat wajahnya, baunya, ekspresinya jika tertawa, dan bagaimana dia memanggil "Mita" sambil mencari kepala saya. Ia selalu ada di benak saya dan menjadi  role model hidup saya dalam mencapai cita-cita besar namun tetap menikmati hidup. Selamat ulang tahun Eyang Kasmat. Salam untuk eyang putri, eyang buyut, dan tentu saja Tuhan.
Related Story:

Ahmad Kasmat Bahoewinangoen

Kasmat Bahoewinangoen Membantu MIROTA Berdiri

Wikipedia: Kasmat Bahoewinangoen

Rektor Universitas Islam Indonesia